Pj Walikota Lhokseumawe ; Remaja Harus Berperan Aktif Dalam Penurunan Stunting

  LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com – Remaja adalah calon orang tua dimasa mendatang. Mereka inilah nantinya berperan besar dalam mewujudkan generasi berkualitas serta berperan aktif dalam pencegahan stunting hingga mampu mewujudkan generasi Aceh yang lebih unggul. Pernyataan ini disampaikan Pj Walikota Lhokseumawe, Dr Imran pada Seminar Persiapan Kehidupan Remaja Dalam Mendorong Percepatan Penurunan Stunting, Kamis (4/8/2022) … Read more

Stunting
Sekda Kota Lhokseumawe T Adnan bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dra Mariana Affan MM foto bersama remaja yang tergabung dalam Generasi Berencana (GenRe). Foto Ist

Iklan Baris

Lensa Warga

 

LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com – Remaja adalah calon orang tua dimasa mendatang. Mereka inilah nantinya berperan besar dalam mewujudkan generasi berkualitas serta berperan aktif dalam pencegahan stunting hingga mampu mewujudkan generasi Aceh yang lebih unggul.

Pernyataan ini disampaikan Pj Walikota Lhokseumawe, Dr Imran pada Seminar Persiapan Kehidupan Remaja Dalam Mendorong Percepatan Penurunan Stunting, Kamis (4/8/2022) di Aula Pemko Lhokseumawe.

Pada hari itu Sekda Kota Lhokseumawe, T Adnan melaksanakan dua kegiatan yaitu penyerahan sepeda motor dan pengukuhan Pengurus Forum Anak Lhokseumawe Kreatif (Falak) tahun 2022- 2023.

Pidato Pj Walikota Lhokseumawe dibacakan Sekda T Adnan. Pada kesempatan itu, T Adnan menjelaskan beberapa hal yang menjadi penyebab stunting, di antaranya, kebersihan lingkungan, status gizi ibu yang buruk saat hamil, pola makanan pengganti ASI yang tidak sehat dan bergizi, anak jarang memgonsumsi sayur dan buah-buahan, jarak kehamilan yang begitu dekat dan usia kehamilan ibu.

Imran mengatakan, kurangnya pengetahuan remaja sebagai calon orang tua tentang pengasuhan 100 hari pertama kehidupan (HPK) dapat meningkatkan risiko anak yang dilahirkan kelak mengalami gangguan pertumbuham hingga stunting.

Berdasarkan hal itu, maka salah satu kelompok yang patut dan tepat disasar agar berperan dalam pencegahan stunting adalah remaja.

Adapun hal yang perlu direncanakan oleh remaja sebelum masuk jenjang pernikahan antara lain, menikah yang disarankan yaitu 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki, sehat jasmani dan rohani, metal, dan finansial.

Ditambahkan, Pemko Lhokseumawe telah menetapkan beberapa produk hukum untuk mendukung percepatan penurunan stunting.
Adapun tim yang bekerja adalah, tim pendamping keluarga (TPK), TPPS kecamatan dan gampong dan tim audit kasus stunting.
Kegiatan seminar digelar oleh Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.
Hadir pada acara itu Dra Mariana Affan MM, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Asisten I Setdako, Kepala Dinas Pendidikan, Kadis DPMG, Ketua PKK, serta para Kabid di  Kepala DP3AP2KB, Dalduk dan KB Kota Lhokseumawe.(adv)

Penulis : Yuswardi

Baca Juga:  Lagi, Polres Aceh Timur Bagi Masker Gratis

Berita Terkini

Haba Nanggroe