
BANDA ACEH I ACEH HERALD
TEPAT seperti diperkirakan semula, dua tim yang memang diunggulkan sejak semula, tuan rumah Banda Aceh Gemilang yang juga juara bertahan dan skuad Bank Aceh FC akhirnya tampil di babak final Kejuaraan Sepakbola HUT ke-817 Kota Banda Aceh, Kamis (02/06/2022) petang ini, di Stadion H Dimurthala, Lampinueng.
Kedua tim lolos ke final setelah dengan susah payah mengalahkan lawan lawannya di babak semifinal. Banda Aceh Gemilang yang berhasrat penuh untuk mempertahankan gelar, dipaksa bermain allout oleh Satpol PP. Dian Ardiansyah dkk memang menang dua gol lewat hentakan Khairil Anwar dan Dian Ardiansyah, namun itu dikutip nyaris di paruh akhir babak ke dua.
Sementara skuadra Bank Aceh yang dibesut duet Anwar dan Dahlan Jalil, menatap laga final setelah bertempur dengan tim unggulan yang juga bertabur bintang, Tirta Montala FC yang dibesut duel Salman dan Khaibar Abrar. Dalam laga semifinal itu Tirta Daroy memaksa Bank Aceh melalui laga penalty, setelah menyamakan kedudukan 1-1 di babak reguler lewat gol di detik detik terakhir injurytime. Gol yang sempat memantik kisruh namun tetap dalam koridor sportifitas.
Bank Aceh akhirnya unggul 5-4 lewat adu penalty, setelah semua eksekutornya mampu menjebol gawang Tirtadaroy FC.
Laga sepakbola HUT ke-817 Kota Banda Aceh itu diikuti 16 tim dengan sistem gugur. Banda Aceh dan Bank Aceh sebagai tim unggulan melalui koridor berbeda. Dan sesuai perkiraan semula, kedua tim akhirnya bertemu di babak final, petang ini, setelah melalui rangkaian laga di Lapangan Jasdam Neusue. Namun karena kondisi cuaca yang ekstrims, akhirnya laga final dipindahkan ke Stadion Lampinueng.

Lantas bagaimana kans kedua tim? Berimbang! Itulah kata yang tepat. Kedua tim diperkuat oleh pemain bintang, mulai dari skuad PON hingga personil skuad Liga 3 sampai 1. Ada Dani Iska, Mukhlis Nakata hingga Arjun di kubu Bank Aceh FC. Sedangkan di kubu Banda Aceh Gemilang yang kadang diperkuat langsung oleh pembinanya Aminullah Usman yang juga Walikota Banda Aceh itu, juga diperkuat oleh Akhilul, Uut, Muarir hingga Khairil Anwar.
Kedua kubu telah menyatakan tekad untuk tampil all out dalam laga final salah satu turnamen lokal yang paling bergengsi di Aceh itu. “Kami datang dengan tekad untuk mempertahankan gelar, dan ingin memberikan kado termanis untuk Pak Wali yang sebentar lagi mengakhiri masa jabatannya. Karena itu kami telah instruksikan pada anak anak untuk tampil habis habisan, mimpi juara itu kini hanya selangkah lagi,” kata pelatih Banda Aceh Gemilang, Azhari Paru yang diiyakan oleh Manajer Tim, Hamdani Basyah.
Tekad yang sama disuarakan oleh kubu Bank Aceh melalui Asisten Pelatih, Dahlan Jalil. Pemain yang pernah berguru sepakbola hingga ke Perancis ini dengan tegas mengatakan, tak ada pilihan lain dalam laga pamungkas itu. “Kami juga membawa nama besar Bank Aceh sebagai lembaga kepercayaan masyarakat Aceh. Kami harus membayar itu dengan prestasi yangmembanggakan pula. Anak anak telah berjanji tampil habis habisan. Kita tak bicara juara, karena itu juga urusan Yang di Atas, tapi spirit juang sebagai petempur tetap tak boleh kendur,” kata Dahlan yang diiyakan oleh Tarmizi ‘Weh’ Rasyid mantan el kapitan Persiraja Banda Aceh.
Satu garansi awal dari laga final itu, tarung ke dua tim adalah laga skuad terbaik dengan juru latih yang juga terbaik. Anwar yang mantan pelatih Persiraja dengan Azhari, si degil yang pernah menjadi starting line up PSIM Jokyakarta akan beradu taktik dan strategi untuk memenangkan laga final ini. Karenanya, layak kita tunggu dan saksikan tarung ke dua tim di Lapangan H Dimurthala, petang nanti.



















