Pesawat Membawa Jenazah Warga Abdya Sempat Balik Lagi ke Kuala Lumpur Gegara Cuaca Buruk

Pemulangan peti jenazah almarhum Asriadi melalui Bandara Kuala Lumpur lepas lamdae Rabu pagi, dan tiba di Kualanamu, Rabu (13/12/2023) siang tadi.
Peti jenazah almarhum Asriadi, warga Gampong Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Abdya, yang meninggal di Malaysia, tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (13/12/2023) siang tadi. Foto Ist.

Iklan Baris

Lensa Warga

BLANGPIDIE I ACEHHERALD.com – Pesawat yang membawa jenazah almarhum Asriadi, warga Abdya yang meninggal di Malaysia, sempat balik lagi ke Kuala Lumpur setelah lima menit lepas landas, gegara cuaca buruk.

Sebelumnya diinformasikan ke Fauzan Adami, Keuchik <span;>Gampong Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bahwa pemulangan jenazah Asriadi dipercepat sehari dari jadwal, yakni Selasa (12/12/2023).

“Jadinya ambulans dan petugas penjemput dari Abdya yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, sudah stand by Selasa pagi di Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, namun dikarenakan cuaca, pesawat MH 860 kembali ke Kuala Lumpur,” ujar Fauzan menerangkannya ke awak Acehherald.com, Rabu (13/12/2023).

Dikatakan Fauzan bahwa awalnya pesawat yang membawa peti jenazah almarhum Asriadi sudah bertolak dari Kuala Lumpur, hari Selasa, sekira pukul 8.30 AM tujuan Kualanamu, Sumut. Bahkan, pesawat sudah take off, akhirnya pesawat balik untuk mendarat (landing) kembali di Bandara Kuala Lumpur dan tidak dapat melanjutkan penerbangan karena faktor cuaca buruk melanda Malaysia.

“Informasi kami peroleh dari Malaysia, bahwa pesawat yang membawa peti jenazah Asriadi sudah terbang sekitar 5 menit, namun akhirnya kembali ke Bandara Kuala Lumpur,  dikarenakan cuaca sangat buruk, sehingga pemulangan jenazah pada hari Selasa akhirnya gagal,” ungkap Keuchik Fauzan yang memang mengikuti perkembangan jenazah salah seorang warganya yang meninggal di Malaysia sejak empat hari lalu.

Pemulangan peti jenazah almarhum Asriadi melalui Bandara Kuala Lumpur lepas landas Rabu pagi, dan tiba di Kualanamu, Rabu (13/12/2023) siang tadi.

Setibanya di Bandara Kualanamu, petugas memasukkan peti jenazah almarhum Asriadi ke dalam ambulans milik Pemkab Abdya atau tepatnya Puskesmas Manggeng untuk dibawa pulang menuju kampung halaman di Desa Ujung Tanah, Lembah Sabil, Abdya.

Baca Juga:  Pj Bupati Iswanto Sambut Presiden Jokowi di Pintu Tol Baitussalam

“Perjalanan darat dari Medan menuju Abdya memakan waktu sekitar 6 hingga 7 jam, sehingga perkiraan jenazah tiba di rumah duka, Kamis malam besok,” kata Keuchik Fauzan Adami.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa almarhum merupakan lajang yang menjadi tenaga kerja Indonesia di negeri jiran Malaysia, dimana keluarga mendapat informasi Asriadi meninggal dunia akibat kecelakaan kerja pemasangan pipa di Puncak Alam, Syah Alam, Selangor, Malaysia.

Pemulangan jenazah ke tanah air sampai Bandara Kualanamu menjadi tanggungjawab pengusaha yang memperkerjakan almarhum. Sedangkan Pemkab Abdya memfasilitasi pemulangan jenazah dari Bandara Kualanamu menuju rumah duka di Gampong Ujung Tanah, Kecamatan Lembah Sabil.

Terkait hal ini, Pj Bupati Abdya H Darmansah, S.Pd. MM., mengarahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk menyediakan mobil ambulans penjemputam jenazah ke Kualanamu.

Lalu, Kepala Dinas Kesehatan mengerahkan mobil Ambulans Puskesmas Manggeng beserta sopir dan satu orang tenaga medis. Juga ikut menjemput bersama mobil ambulans, Wardi (abang kandung korban) bersama kakak ipar korban.

Penulis: Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)

Kata Kunci (Tags):
pemulangan jenazah dari Malaysia, warga Gampong Ujung Tanah, keuchik fauzan adami, kadinkes abdya, pj bupati abdya,

Berita Terkini

Haba Nanggroe