BANDA ACEH I ACEHHERALD – Tuan rumah Persiraja Banda Aceh, tampil sebagai kampiun Piala Presiden Persiraja, setelah di babak final melalui laga yang ketat, menaklukkan skuad Legend Sigupai (LS) 2-0.
Persiraja yang juga kontestan Liga 2 PSSI serta juga mantan skuad Liga 1 atau Liga Super PSSI itu, dipaksa mengutip kemenangan dengan bekerja keras. Pasukan asuhan Wahsiyatul Akmal itu harus puasa gol di babak pertama. Hanya karena kematangan sebagai sebuah tim yang terbentuk lama, membuat pasukan Rencong Persiraja sukses menekuk LS yang juga dihuni oleh para bintang lintas klub– namun baru berkumpul dalam waktu singkat-. Di sinilah terlihat soliditas permainan, lebih dimiliki Rizki Tangse dkk yang memang sejatinya sebuah tim yang kini sedang berlaga di Liga 2 PSSI yang sedang terhenti.
Sepanjang babak pertama, kedua tim memperlihatkan permainan menghibur, dengan peragaan skill ball lumayan. Jual beli serangan terlihat sepanjang babak pertama, Namun kedua tim gagal mencetak gol.
Lini depan Legend Sigupai menempatkan el presiden Dhien Kallon sebagai target man, bersam Akhilul Wahdan, Ifki, dan Aulia Fikri, dalam formasi attacking football.
Sementara Persiraja yang punya Fakhrizal Dillah sebagai target man, memiliki winger serang yang handal Rizki Tangse yang merobek pertahanan Legend Sigupai dari sisi kiri. Toh kedua tim harus berdamai dengan marka imbang tanpa gol. Walaupun sebelum tampil di final akumulasi gol Legend Sigupai lebih moncer.

Memasuki babak kedua, Persiraja berhasil mencuri moment dengan bermain lebih impresiv. Baru dua menit usia laga, maut mampir di kubu Legend Sigupai. Goyah dengan gempuran cepat Persiraja yang didukung dari second line, center bek, Iwan Sadri melakukan blunder mematikan, saat berusaha mengusir umpan lambung Muhammad Arjun dari sisi kiri pertahanan LS . Alih alih mengusir bola, sikulit bundar yang melambung melesat ke kota 16 itu malah masuk gawang sendiri, saat bek Iwan Sadri berusaha mengusirnya dengan tendangan. Pecahlah kebuntuan dan 1-0 untuk Persiraja.
Entrenador LS Rizal Koto dipaksa bekerja keras menyusun strategi dari sisi lapangan. Walaupun para pemain LS berusaha meningkatkan tensi tekanan ke barisan pertahanan Persiraja, tetap saja kematangan sebuah tim lebih berbicara. Fakhrizal Dillah dkk tetap memegang kendali permainan.
Hanya saja karena ketangguhan kipper Chairil Azwar (Persela Lamongan) serta Center bek Rivaldi, jaring gawang LS tetap bertahan bobol satu gol.
Skuad LS yang didukung Alvin Nasution (Sriwijaya FC), Riski Yusuf (Putra Delta Sidoarjo, dan Akhirul Wadhan (PSDS Deliserdang), balik menekan. Beberapa pelanggaran terjadi yang menghasilkan tendangan bebas untuk LS. El Presiden Dhien Kallon sempat mengeksekusi bola mati tersebut, namun tetap gagal menciptakn gol balasan.
Alih alih mencetak gol balasan, Persiraja malah kembali membobol gawang LS hingga skor 2-0. Gol ini terjadi saat menit ke dua masa injury time, tepatnya menit 92. 2-0 untuk Skuad Rencong. Gol itu semata mata karena personil LS termasuk kiper maju hingga lini belakang lawan untuk memberikan dukungan lini serang.
Bola berhasil dicuri oleh veteran Mukhlis Nakata yang langsung melambungkan ke lini tengah serta dikuasai sejenak oleh Muhammad Arjun winger kanan Persiraja, yang kemudian langsung diberikan kepada Ferda Rahman yang bergerak sejajar. Sementara lini belakakng LS sudah tertinggal kereta api di lini tengah. Dengan sedikit dribbling melewati dua pemain LS, Ferda melesakkan bola secara tanpa ampun menerjang jarring gawang LS. 2-0 untuk Persiraja, beberaoa detik sebelum laga diakhiri.
Manajer Tim LS Habiburrahman yang secara terpisah kepada Acehherald.com menyatakan hasil itu layak didapat Persiraja, di sisi lain punggawa LS pun telah tampil dalam top form, namun kali ini, keberuntungan tak berpihak kepada LS. “Alhamdulillah, teman teman juga tampil apik, namun hasil akhir tak memihak kami. Atas nama manajerb tim, kami mengucapkan terimakasih kpada seluruh punggawa LS yang telah tampil baik sepanjang turnamen. Buktinya sebelum laga final LS adalah tim terbur. Soal kalah menng itu harus ada, namun kali Persiraja lebih beruntung,” kata Habibon yang diiyakan pelatih LS, Rizal Koto.




