
BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Sebuah tantangan berat kini menanti Bank Aceh Syariah (BAS). Bank milik Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota se-Aceh itu dituntut untuk mampu memenuhi modal setor Rp 3 triliun di tahun 2024, agar terhindar dari degradasi menjadi bank kecil sesjai ketentuan perbankan nasional.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, sejenak penandatanganan MoU antara Pemko Banda Aceh dengan BAS, di Pendopo Walikota, Selasa (30/06/2020). Secara riil, BAS saat ini berkembang pesat, karena pada posisi penutup tahun 2019 lalu, total aset tercatat lebih dari Rp 25 triliun dan modal Rp 1,1 triliun.
Dengan modal Rp 1,1 triliun itu, BAS masih harus mencari dana segar sebanyak Rp 1,9 triliun untuk mencukupi angka Rp 3 trilun tersebut. Jumlah ini tentu bukan sedikit, karena tak akan terpenuhi jika para pemilik modal termasuk Pemerintah Aceh selaku pemegang saham pengendali (PSP) urun rembuk dalam sharing modal tambahan itu.
Selaku mantan Dirut Bank Aceh selama dua periode, Aminullah memberi masukan agar BAS masuk bursa saham atau go public. Karena kondisi BAS yang kini terhitung sangat sehat serta prospektif.
Diakui oleh Aminullah, saat ini kemampuan setor modal dari pemilik untuk memenuhi Rp 3 triliun sangat minim. “Masih terjadi kekurangan sebesar Rp 1,9 triliun, atau rata-rata harus disetor baik oleh PSP maupun pemegang saham lainnya sebesar Rp 500 miliar per tahun,” ujarnya.
Menurut Aminullah, pemegang saham hanya mampu menyetor Rp 100 miliar per tahun. “Hal itu sangat dimaklumi karena keuangan daerah juga harus membiayai pembangunan sektor lainnya.”
Jika seluruh deviden dibayarkan setiap tahunnya akan terhimpun dana lebih kurang Rp 250 miliar, dan itu juga masih belum mampu mencapai modal minimum Rp 3 triliun. “Solusinya, Bank Aceh Syariah perlu berbenah untuk go public atau masuk bursa saham nasional agar ini terpenuhi,” katanya.
Hal tersebut sangat memungkinkan di mata Aminullah. “Pertimbangannya, ROE (return on equity) Bank Aceh Syariah sangat menjanjikan yaitu lebih dari 24 persen per tahun. Bank dalam keadaan sehat dan didukung oleh pemda untuk pendanaan ekspansi. Kemudian asetnya kini Rp 25 triliun dan hasil audit akuntan publik terhadap laporan keuangan juga meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP),” katanya.
Penulis : Nurdinsyam



















