Pemkab Aceh Barat Gelar Rembuk Stunting 2022 dan Teken Komitment Percepatan Penurunan Stunting 2023

MEULABOH – Pemkab Aceh Barat, Selasa (25-10-2022), menggelar kegiatan rembuk stunting tingkat Kabupaten Aceh Barat tahun 2022. Kegiatan itu diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penanggung jawab layanan, lembaga non-pemerintah hingga masyarakat umum. Kegiatan tersebut dimaksud sebagai upaya meningkatkan sinergitas dan kolaborasi lintas sektoral dalam aksi percepatan penurunan stunting di … Read more

Sekda Aceh Barat Marhaban SE MSi di depan forum Rembuk Stunting Aceh Barat 2022.Foto Prokopim Aceh Barat.

Iklan Baris

Lensa Warga

MEULABOH – Pemkab Aceh Barat, Selasa (25-10-2022), menggelar kegiatan rembuk stunting tingkat Kabupaten Aceh Barat tahun 2022. Kegiatan itu diikuti oleh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penanggung jawab layanan, lembaga non-pemerintah hingga masyarakat umum. Kegiatan tersebut dimaksud sebagai upaya meningkatkan sinergitas dan kolaborasi lintas sektoral dalam aksi percepatan penurunan stunting di Aceh Barat.

Kegiatan rembuk stunting yang dilaksanakan di Aula Bappeda Aceh Barat tersebut dibuka oleh Bupati Aceh Barat yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda), Marhaban., SE., M. Si. Turut hadir unsur Forkopimda Aceh Barat, para Kepala OPD, para Camat, Ketua TP PKK Aceh Barat, Ketua IBI dan IDI Aceh Barat, para Kepala Puskesmas, TPG Puskesmas, bidan desa, keuchik dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sekda Marhaban menyampaikan, kegiatan rembuk stunting ini merupakan upaya dalam penentuan arah kebijakan percepatan penurunan stunting tahun 2023 mendatang di Kabupaten Aceh Barat.

Marhaban mengatakan percepatan penurunan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional dan isu utama prioritas pemerintah Aceh. Kabupaten Aceh Barat sendiri, telah ditetapkan menjadi salah satu lokasi fokus intervensi penurunan stunting terintegrasi tahun 2022, berdasarkan Keputusan Menteri PPN/Bappenas. “Dari hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Aceh Barat saat ini sebesar 27,4%. Pada tahun 2022, terdapat 24 gampong lokasi fokus untuk percepatan penurunan stunting, dan selanjutnya ditetapkan sebanyak 40 gampong lokus pada tahun 2023, sesuai hasil analisis situasi dengan pertimbangan prevalensi, kasus stunting tertinggi dan faktor lainnya di masing-masing gampong,” tutur Sekda Aceh Barat itu.

Menyikapi hal tersebut, lanjut Marhaban, Pemkab Aceh Barat telah melakukan berbagai upaya melalui penanganan spesifik maupun sensitif, beberapa diantaranya yaitu pembangunan sarana air bersih dan sanitasi pada gampong lokus, membentuk tim pendamping keluarga (TPK), launching dapur gizi atasi stunting (Dasyat) di Gampong Pasi Pinang, dan Rumah Gizi Gampong (RGG) di Gampong Lapang.

Baca Juga:  Selamat dari Terjangan Banjir, Korban Bencana di Tamiang Didera Berbagai Penyakit

Di samping itu, Pemkab Aceh Barat juga telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang diketuai oleh Sekretaris Daerah ) Kabupaten Aceh Barat, hingga ke tingkat kecamatan dan gampong yang masing-masing diketuai oleh para camat dan keuchik, dengan turut melibatkan berbagai elemen termasuk tim penggerak PKK. “Berbagai upaya tersebut dilakukan dengan harapan dapat menurunkan prevalensi angka stunting Kabupaten Aceh Barat hingga 14% pada tahun 2024 sesuai dengan target RPJMN yang dicanangkan” kata Marhaban seraya menambahkan, untuk itu, diperlukan sinergitas dan komitmen yang kuat dari semua pihak, guna memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting yang dilakukan secara bersama-sama antara SKPK dengan seluruh elemen terkait dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

Marhaban juga meminta kepada para Kepala Puskesmas, TPG Puskesmas, Bidan Desa, para Keuchik, dan seluruh elemen terkait lainnya, agar dapat melakukan penelusuran dan pendataan secara akurat terhadap bayi dan balita yang berpotensi mengalami stunting, sehingga mendapat perhatian intensif dan penanganan bersama.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Aceh Barat bersama Forkopimda juga menandatangani komitmen bersama untuk melaksanakan percepatan penurunan stunting di tahun 2023 mendatang.

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe