Pemilik Warung Sambut Gembira Pernyataan Kapolresta Soal Buka Usaha

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Beberapa pemilik warung dan coffee yang selama ini harus tutup usaha,kecuali dengan sistem take away atau beli bungkus, menyambut gembira serta rasa syukur atas pernyataan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto yang menyatakan bahwa usaha jualan kopi (warkop), coffee serta resto sudah boleh dibuka seperti biasa lagi. “Ini benar … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Warkop Cutngoh Lamreh, melayani take away saat instruksi tutup. Foto Nurdinsyam

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Beberapa pemilik warung dan coffee yang selama ini harus tutup usaha,kecuali dengan sistem take away atau beli bungkus, menyambut gembira serta rasa syukur atas pernyataan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto yang menyatakan bahwa usaha jualan kopi (warkop), coffee serta resto sudah boleh dibuka seperti biasa lagi. “Ini benar benar angin segar bagi kami, karena selama ini nyaris tiga pekan terakhir usaha kami mati suri. Padahal inilah tumpuan kehidupan kami bersama tiga orang anak buah, serta penjual mie dan martabak di depan warung. Alhamdulillaaaah,” ujar Cutngoh, seorang pemilik warkop di kawasan Lamteh, Uleekareng.

Menurutnya, selama intruksi tutup dan hanya melayani take away ini, ia telah merumahkan dua orang karyawannya, karena tak mungkin digaji dengan kondisi pendapatan yang tak menentu. Tindakan yang sama juga dilakukan Jaja, pemilik coffee Horas. Pria ini terpaksa merumahkan tiga orang karyawannya,karena tak sanggup membayar jerih mereka, sementara usaha nyaris tutup total. “Bukan hanya mereka,,dua orang penjual mie dan lontong di depan toko juga tak lagi berjualan. Kasihan mereka karena mencari pagi untuk petang. Syukur dengan pernyataan Pak Kapolresta soal boleh dibukanya usaha kami. Saya segera beritahukan untuk penjual di depan, agar mereka berjualan lagi, hingga roda ekonomi mereka kembali berputar,” tutur Jaja.

Rasa syukur itu juga diungkapkan oleh Makmun, salah seorang owner Warkop Cut Zein atau Kubra  (Kupi Brawe) di Beurawe. Salah satu warkop papan atas di Banda Aceh yang masih mempertahankan pola klasik itu, terpaksa merumahkan 10 orang pekerja yang terdiri atas pramusaji serta baristra atau pembuat kopi.

Penutupan itu jga berimbas pada belasan warga—terutama janda miskin—yang selama ini memasok kue untuk Warkop Kubra, seperti juga di warkop lain yang tak bisa lagi berjualan. Selain itu, sedikitnya tiga Kepala Keluarga yang berjualan di depan warung juga terpaksa tutup.

Baca Juga:  Aceh Zero Kasus Covid-19, Pahami Gejalanya untuk Menangkal Kasus Baru  

Sempat tutup total selama tiga hari, Warkop Kubra akhirnya berjualan secara take away sesuai anjuran Wali Kota Banda Aceh. Karena memang penikmat kopi menjadikan warkop sebagai sarana kongkow, layanan take away itu hanya sekadar hidup api, hingga pendaoatan nyaris tak ada. “Konsekuensinya, kami harus rumahkan sebagian besar pekerja, dan sebagai uoaya untuk membantu, kami mempekerjakan secara shift, walau hanya tak away. Alhamdulillah, dengan diperbolehkannya berjualan, kami akan buka kembali seperti biasa,” ujar Makmun seraya menambahkan, pihaknya telah menyediakan wastafel plus sabun di depan warkop, hingga seluruh pelanggan harus cuci tangan dulu sebelum masuk warung.

Selain itu, pelanggan juga harus duduk secara jaga jarak, sebagai bentuk pencegahan dini kemungkinan terserang Covid-19.

Sebelumnya, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto menyebutkan sejumlah warung yang ada di Banda Aceh dapat melakukan aktivitas berjualan seperti biasa, bahkan pihaknya menghimbau kepada jajaran untuk tidak melakukan penutupan. “Saya sudah perintahkan agar anggota tidak membubarkan atau melakukan penutupan warung warga, biarkan saja mereka beraktivitas seperti biasa,” kata Trisno, Sabtu (4/4).

Ia menjelaskan kebijakan pemerintah saat ini adalah, perekonomian masyarakat harus tetap berjalan sehingga tidak dibenarkan adanya penutupan warung-warung milik warga. “Jika warung warga ditutup tentu perekonomiam masyarakat jadi anjlok. Ini yang tidak kami harapkan,” sebut Trisno.

 

 

Penulis            : Nurdinsyam.

Berita Terkini

Haba Nanggroe