Pasar Ausralia Sangat Terbuka Untuk Kopi Aceh, Tarif Masuk Nol Persen

Dari Webinar Disperindag Aceh BANDA ACEH I ACEHHERALD.com- POTENSI pasar kopi Aceh terutama kopi gayo di Australia sangat terbuka, karena gaya hidup warga Australia yang kini sudah menjadikan kopi sebagai bagian dari life style, karena dari 26 juta penduduk Australia saat ini, sebanyak 27 persen adalah pencandu kopi. “Jangan heran, jika saat ini kemanapun pergi, … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Dari Webinar Disperindag Aceh

Kadisperindag Aceh, Ir Muhammad Tanwier MT, saat membawakan presentasi di Webinar Disperindag, Selasa (18/08/2020). Foto Nurdinsyam

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com-

POTENSI pasar kopi Aceh terutama kopi gayo di Australia sangat terbuka, karena gaya hidup warga Australia yang kini sudah menjadikan kopi sebagai bagian dari life style, karena dari  26 juta penduduk Australia saat ini, sebanyak 27 persen adalah pencandu kopi. “Jangan heran, jika saat ini kemanapun pergi, warga Australia selalu membawa termos kop[I, karena kopi menjadi kebutuhan yang tak terpisahkan,” kata Atase Perdangan RI di KBRI Canberra, Agung Wicaksono Sabirin, langsung dari Canberra, Selasa (18/08/2020) siang tdi.

Hal itu diungkapkan Agung WS ketika menjadi pemateri dalam webinar yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, dengan titel, Peluang Pemanfaatan IA-CEPA dalam peningkatan perdagangan dan investasi Aceh dengan Australia. Seminar secara virtual itu menghadirkan Kadisperindag Aceh Ir Muhammad Tanwier MT sebagai pemateri utama sekaligus membuka webinar dengan presentasinya tentang kinerja dan potensi eksport komoditi dari Aceh. “Kini saatnya membuka akses eksport ke negara Australia dengan segala potensi dan keunggulan komoditi yang dimiliki Aceh. Salah satunya adalah kopi Aceh yang memang telah dikenal di dunia,” kata Muhammad Tanwier yang lazim disapa Baong itu.

Webinar tersbut juga menghadirkan perwakilan dari DPM PTSP yaitu Kabid Perencanaan BIsnis, Martunis yang mengupas seputar potensi Aceh menjadi serambi investasi Australia untuk menjangkau pasar Asia dan Afrika. Karena letak geografis Aceh yang lebih dekat dengan potensi pasar global di banding Ausralia yang ada di Selatan.

Sementara Direktur import Ditjen Pedaganan Internasional Kemendag Olvy Andrianita mengingatkan bahwa walaupun dunia edang dilanda pandemic covid, tak pengaruh dengan impor sesuatu negara, termasuk Ausralia, khususnya impor di bidang makanan, minuman dan farmasi. “Karena itulah, peluang  bagi Aceh sangat terbuka untuk masuk pasar Ausralia. Terutama kopi dan produk olahannya, hingga punya nilai yang lebih tinggi. Tentu saja sesuai dengan kriteria pasar Australia. Dan itu makin terasa menguntungkan karena berlaunya IA CEPA dengan tarif impor nol persen,” tutur Olvy yang tampak familiar dengan Aceh.

Baca Juga:  Ketua DPD RI dan Mantan Pangdam IM Berharap Pemerintah Memikirkan Nasib Petani Kopi

Pemateri terakhir Webinar yang diselenggarakan oleh Diperindag Aceh itu ditutup oleh Noviani, Kepala  Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Eksport Indonesia. Senada dengan pemateri sebelumnya, Noviani juga mengungkapkan potensi komoditi Aceh masuk ke Australia, bukan hanya kopi tapi juga perikanan dan bahkan produk olahan kayu yang tentu saja harus khas.

Kopi Aceh Ditunggu  

Dari Canberra Australia, Agus WS mengatakan, secara umum Indonesia masuk 12 besar mitra dagang Australia, walaupun posisi devisit untuk Indonesia. Produk impor Indonesia tak dikenai tarif karena kebijakan IA CEPA, padahal sebelumnya sempat dikenai tarif hingga 20 persen dan membuat ekspor

Yang paling menarik kata Agung, Australia juga mengeksport kopi. Namun mereka jusru menggandrungi kopi dari luar. Salah satunya adalah kopi dari Aceh yang mereka nilai punya taste tersendiri dan single origin. “Warga Australia terhitung loyal dengan kopi Aceh yang justru mereka dapatkan bukan dari Aceh. Sebagai gambaran, kopi late dibanderol 4 dolar Ausralia per gelas dan ini menjadi favorit pengopi Australia. Ini potensi eksport tersendiri dari Aceh, bukan hanya dalam bentuk biji kopi,” tutur Agung.

Untuk semua itu hanya lolos uji kelayakan sebagai produk import atau uji keamananan import. Standar kemananan berupa label, kadar alergi, catumkan juga ingredient. Jik hal ini sudah dipenuhi maka terbuka lebarlah pintu pasar Australia untuk kopi Aceh yang mmang sudah mereka kenal mendunia.

Cari potensi pasar baru

Sementara Kadisperindag Aceh Ir Muhammad Tanwier MT mengakui jika selama ini, kiblat pasar komoditi Aceh adalah India yang menyerap hingga 46,6 persen. Selebihnya adalah negara Asean termasuk Thailand. Namun dengan kondisi Covid terjadi penurunan kuanitas eksport sekaligus pendapatan secara finasial yang menurun hingga angka 10 juta US dolar. “Pandemi covid-19 mengajar kita perlu untuk memperluas akses pasar international, salah satunya adalah Austraia. Karena telah ada kebijakan tarif import yang nol persen setelah adanya IA CEPA. “Ini benar benar harus dimanfaatkan, karena pasar Australia sangat terbuka untuk produk Aceh, seperti kopi, perikanan dan lainnya,” tandas Muhammad Tanwier, seraya menambahkan pihaknya siap untuk mendampingi pengusaha perikanan dengan orientasi ekspor, termasuk bidang kopi.

Baca Juga:  Export Kopi Bener Meriah, Manager PT Olam : Amerika Sangat Suka Kopi Bener Meriah

 

Penulis                 : Nurdinsyam

Berita Terkini

Haba Nanggroe