BLANGPIDIEI ACEH HERALD
KEGIATAN Penaman padi sawah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tahun 2022 tidak serentak. Sebagian petani di kawasan tertentu masih menggarap lahan sawah dan persemaian benih, sementara di kawasan lain tanaman padi sudah berumur satu sampai dua bulan dan ada pula tanaman padi memasuki masa panen.
Pantauan Aceh Herald.com, Rabu (7/9/2022), areal sawah yang memasuki panen hanya di satu hamparan lahan sawah mencakup wilayah empat desa dalam dua kecamatan.
Panen di satu hamparan yang lumayan luas, yaitu areal blang Cot Seutui di Gampong Keude Siblah dan Kuta Bahagia (Paya), Kecamatan Blangpidie. Kemudian, blang Beuah Desa Pawoh dan blang Desa Pantee Pirak, Kecamatan Susoh.
Areal tanaman padi wilayah empat gampong tersebut merupakan wilayah dua kecamatan berada satu hamparan yang ditanam serentak. Kegiatan panen memanfaatkan teknologi mesin pemotong padi (combine harvester).
Mesin pemotong padi merupakan milik swasta dengan memungut jasa atau upah yang harus dikeluarkan petani Rp 15.000 per satu goni isi rata-rata 50 kg bulir padi.
Hamid, salah seorang petani blang Cot Seutui, Blangpidie menjelaskan, para petani kawasan tersebut melakukan kegiatan panen padi selama tiga hari terakhir. “Kurun waktu satu pekan, kegiatan panen diperkirakan tuntas,” katanya.
Karena kegiatan panen hanya terbatas di lahan sawah satu hamparan dengan luas ratusan hektare (ha), maka stok gabah yang tersedia terbatas, sementara penanganan panen padi sawah kawasan lain masih agak lama, sekitar satu sampai dua bulan ke depan.
Persediaan gabah yang terbatas di tingkat petani sehingga memicu peningkatan harga. Harga gabah yang baru dipanen di kawasan blang Cot Seutui dan blang Beuah sampai Rabu, berkisar antara Rp 5.750 sampai Rp 5.800 per kilogram (kg).
Beberapa pedagang pengepul lokal langsung turun ke areal sawah untuk menampung gabah yang baru dipanen petani dengan menggunakan jasa mesin pemotong padi atau dinamakan masin combine harvester.
H Ubit, salah seorang pedagang pengepul di Blangpidie mengaku bahwa stok gabah di tingkat petani tak banyak, karena tanaman padi sawah yang memasuki panen hanya terbatas di satu hamparan lahan, meliputi areal sawah Gampong Keude dan Kuta Bahagia (Blangpidie) serta areal sawah Desa Pawoh dan Pantee Pirak (Susoh).
Diakuinya bahwa gabah petani ditampung dengan harga lumayan tinggi berkisar antara Rp 5.750 sampai Rp 5.800 per kg. Diperkirakan harga gabah masih berpotensi naik lagi, karena stok gabah terbatas, sementara areal tanaman padi wilayah lain baru memasuki masa panen kurun waktu satu sampai dua bulan ke depan.
Pola Tanam Kacau
Amatan Aceh Herald.com di lapangan musim tanam (MT) kawasan Kabupaten Abdya tahun 2022 tidak serentak alias kacau karena beberapa sebab. Seperti tidak ada ketegasan jadwal turun ke sawah sampai penyebab pasokan air terputus akibat pekerjaan perbaikan saluran irigasi.
Di wilayah Kecamatan Blangpidie saja ada tanaman padi baru berumur satu bulan. Bahkan ada areal sawah yang baru selesai digarap antara lain sawah kawasan Desa Lhueng Taroek, termasuk Desa Asoe Nanggroe dan Padang Geulumpang, Kecamatan Jeumpa.
Areal sawah kawasan ini terlambat digarap akibat pasokan air dari irigasi Sayap Kanan Krueng Susoh, terputus. Persoalan ini merupakan dampak pekerjaan perbaikan saluran irigasi di daerah Desa Seunaloh, Blangpidie.
Areal tanaman padi yang baru umur satu bulan antara lain di kawasan Guhang, Kecamatan Jeumpa dan areal sawah Bineuh Krueng, Kecamatan Tangan-Tangan. Melahan di Kecamatan Manggeng areal sawah rata-rata baru selesai tanam.
Lebih parah lagi areal sawah di Kecamatan Babahrot, dilaporkan ada areal sawah yang sedang digarap dan sebagian baru selesai tanam.
Rentan Hama
Pola tanam tidak serentak mengakibatkan tanaman padi sangat rentan serangan hama. Seperti yang terjadi di areal sawah blang Cot Seutoi Kecamatan Blangpidie dan blang Beuah Kecamatan Susoh.
Karena penanaman lebih cepat disbanding areal sawah lokasi lain, maka tanaman padi kawasan ini menjadi bulan-bulanan serangan hama burung pipit. Petani setempat harus kerja keras mengusir hama burung sejak pagi hongga sore.
Diperkirakan hama burung pipit ini akan segera berpindah ke areal padi sawah di kawasan lain, baik dalam kawasan Kecamatan Blangpidie dan Susoh, termasuk wilayah kecamatan lain.(*)
Penulis: Zainun Yusuf (Aceh Barat Daya)




















