LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.Com – Aksi “menjual” nama Walikota Lhokseumawe, terpilih Dr Sayuti Abubakar, SH. MH., dan Wakil Walikota Husaini, SE., mulai meresahkan pejabat di Pemko Lhokseumawe. Para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala bidang dan kasubbag juga kepala puskesmas mulai was-was dengan aksi ini.
Informasi yang dihimpun Acehherald.com ada pihak yang minta berjumpa dengan pejabat mengatasnamakan dirinya sebagai tim pemenangan Sayuti Abubakar/Husaini.
Oknum tersebut awalnya menanyakan di dinas mana bekerja, jabatan apa dan hal lain. Lalu sang penanya menyampaikan bahwa yang bersangkutan sudah layak untuk promosi jabatan. Kalau untuk kepala OPD dan sekretaris modusnya adalah dijanjikan pindah pos atau menjadi pejabat eselon dua.
Janji itu tidak gratis dan minta perhatian dalam bentuk materi atau fasilitas lainnya. “Saya yakin ini ulah orang-orang yang ingin merusak nama baik walikota terpilih,” ujar seorang sumber.
Gerakan lain adalah ada tim ahli yang disebut-sebut think tanknya Sayuti Abubakar. Mereka disebut-sebut sudah mendata dan mencatat nama-nama yang akan menempati pos-pos penting di Pemko Lhokseumawe.
Think tank atau wadah pemikir adalah lembaga penelitian yang melakukan riset, analisis, dan pemikiran kebijakan. Sayuti Abubakar hanya punya think tank pada saat penyusunan visi dan program kerja ketika kampanye saja.
Laporkan
Dihubungi secara terpisah, Walikota Lhokseumawe terpilih Sayuti Abubakar tidak mentolerir aksi oknum yang mengatasnamakan dirinya.
“Saya sesalkan kalau ada gerakan itu,” katanya.
Sebagaimana janji kampanye saat pemilu lalu, apabila nanti dirinya dilantik, maka ia berkomitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih. “Silahkan lapor kalau ada yang main atau mengatasnamakan saya, biar kita lapor ke pihak yang berwenang,” katanya.
Sayuti menambahkan, nantinya ia bersama masyarakat akan mewujudkan pembangunan Kota Lhokseumawe yang lebih baik sesuai janji saat kampanye yaitu kereuja bagah, rakyat ceudah, Lhokseumawe meugah. “Itu yang akan saya wujudkan,” katanya.
Ia sangat menyayangkan kalau ada gerakan yang mengatasnamakan dirinya. Dilantik saja belum kok sudah ada yang macam-macam.
Dalam pengelolaan pemerintahan, ujar Sayuti, tidak mudah melakukan rotasi pejabat. Butuh evaluasi dan kajian sehingga melahirkan pejabat yang kompeten dan profesional.
Sayuti menambahkan bahwa dirinya tidak mendelegasikan kepada siapapun dan untuk kepentingan apapun dalam pengelolaan pemerintahan.
Kepada siapapun diharapkan tidak terpengaruh dan kalau ada hal semacam ini maka silakan laporkan.
Penulis : Yuswardi



















