
BANDA ACEH | ACEH HERALD.com-
Bagi pedagang dan pelaku pariwisata di Aceh, keberuntungan datang tak disangka-sangka. Namun, rezeki itu datang sesuai dengan kadarnya. Ada yang melimpah, dan ada yang alakadarnya. Dan inilah yang terjadi di tengah pandemi di Aceh
Rezeki seorang tak ada yang mampu menghalanginya. Termasuk juga virus corona yang populer dikenal Covid-19. Virus yang pertama mewabah di Wuhan, China akhir tahun 2019 lalu, dikenal sangat menakutkan dan mematikan bagi umat manusia.
Namun siapa nyana? Muktamar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-31 itu, ini salah satu perhelatan akbar pada tenaga medis di Indonesia dilaksanakan di Banda Aceh di tengah-tengah belum berakhirnya Covid-19. Ini merupakan bukti nyata, bahwa rezeki seseorang tak ada mampu menghalanginya. Termasuk Virus Corona!
Dan ini nyata. Meski di tengah pandemi Covid-19, namun sejumlah dokter, dokter spesialis, serta mereka yang sudah bergelar doktor dan profesor dalam ilmu kesehatan berkumpul di Aceh untuk mengikuti Muktamar ke-31, nyaris selama sepekan.
Pelaksanaan Muktamar ke-31 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tahun 2022 yang berlangsung di Banda Aceh sejak 22 sampai 25 Maret 2022 telah menambah geliat dunia usaha dan pariwisata Tanah Rencong.
Para peserta Muktamar IDI yang berasal dari seluruh 33 provinsi dan ratusan kabupaten/ kota di Indonesia hadir dan menyempatkan waktu mereka untuk menikmati suasana, citarasa kuliner, souvenir, budaya, dan kesenian Aceh.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin M.Si mengatakan Muktamar IDI bisa menjadi salah satu upaya pemerintah Aceh dalam mempersiapkan pemulihan ekonomi di daerah berjuluk Serambi Makkah.
Sebab, selama berada di Banda Aceh, tidak hanya ngumpul di arena Muktamar semata. Mereka mengunjungi berbagai lokasi yang menjual kuliner dan souvenir khas Aceh.
Mereka juga mengunjungi sejumlah lokasi wisata yang tersebar di kawasan Banda Aceh, Aceh Besar, hingga Kota Sabang. Ada juga yang mengambil trip ke Takengon, Aceh Tengah.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Muhammad Iswanto pada Minggu 27 Maret 2022, menyebutkan, efek positif bagi dunia pariwisata dan bisnis memang diharapkan muncul dari perhelatan Muktamar IDI di Kota Banda Aceh.
“Berkaca pada pengalaman, setiap event-event besar yang berlangsung di Aceh tentu selalu memberi kontribusi positif bagi perekonomian masyarakat, terutama pedagang, pengelola destinasti, dan pengelola obyek wisata,” kata Iswanto.
Dikatakan, kehadiran para peserta Muktamar IDI telah membuat hotel-hotel di Banda Aceh penuh. Padahal sebelumnya kondisi perhotelan disebut relatif sepi lantaran belum berakhirnya pandemi Covid-19.
Hal yang sama juga terlihat di sejumlah pusat penjualan makanan khas Aceh di Banda Aceh yang banyak dipenuhi para dokter peserta muktamar IDI.
“Ini tentunya merupakan hal positif yang patut kita syukuri. Semoga kedepan akan selalu ada event-event nasional yang digelar di Aceh sehingga memberikan hasil positif bagi Aceh,” kata Iswanto.
Sementara itu, dampak positif dari pelaksanaan Mukmatar IDI di Aceh juga dirasakan pelaku wisata di Kota Sabang. Hal itu terlihat dari jumlah penumpang kapal cepat maupun kapal lambat dari Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh menuju Balohan Sabang mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
T. Rahmat Iqbal, pelaku wisata di Sabang menyebutkan para tamu Muktamar IDI juga mengunjungi Sabang yang secara otomatis sabang menguntungkan pelaku wisata seperti dirinya.
“Alhamdulillah. Naik 100% penumpang Kapal Cepat maupun kapal lambat menuju Pulau Weh, Sabang sejak dilaksanakan Muktamar IDI XXXI di Banda Aceh. Semoga event nasional ke depan lebih banyak lagi yang digelar di Aceh,” ujarnya.
Dia juga mengharapkan para pelaku wisata mampu menangkap peluang ini dengan menghadirkan stand wisata di lokasi berlangsungnya Even Besar dengan pilihan paket paket wisata dan kemudahan lainnya. Mantap dan Berkah,” kata Iqbal.(adv)




