Misteri Pembunuhan Guru SMK Terungkap, Tokoh Masyarakat Samatiga Gelar Syukuran di Polsek

MEULABOH | ACEHBEARAT.com- Keberhasilan polisi dalam mengungkap kasus pembunuhan seorang Guru SMK Negeri Arongan Lambalek, Fitriani (45) warga Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat, Jumat (19/11/2021). Apresiasi tersebut diberikan dengan cara menggelar syukuran di Polsek Samatiga, Aceh Barat yang dihadiri Ketua MAA Samatiga, Keuchik dan Tokoh Masyarakat Gampong … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Sejumlah tokoh masyarakat menggelar syukuran di Mapolsek Samatiga atas terungkapnya kasus pembunuhan guru SMK Negeri Arongan Lambalek, Fitriani.

MEULABOH | ACEHBEARAT.com-

Keberhasilan polisi dalam mengungkap kasus pembunuhan seorang Guru SMK Negeri Arongan Lambalek, Fitriani (45) warga Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat, Jumat (19/11/2021).

Apresiasi tersebut diberikan dengan cara menggelar syukuran di Polsek Samatiga, Aceh Barat yang dihadiri Ketua MAA Samatiga, Keuchik dan Tokoh Masyarakat Gampong Suak Timah, beserta keluarga korban.

Misteri Pembunuhan Guru Terungkap, Tokoh Masyarakat Samatiga Gelar Syukuran di Maskas Polsek setempat

“Apresiasi itu diberikan dalam bentuk syukuran yang diiringi doa bersama anak yatim atas terungkapnya kasus pembunuhan seorang guru di Kecamatan Samatiga,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Winardy, Selasa (23/11/2021).

Winardy menyampaikan, kegiatan syukuran tersebut juga diwarnai dengan prosesi “Peusijuk”–sebuah prosesi adat dalam budaya Aceh yang dilakukan pada hampir semua kegiatan, termasuk saat musibah–kepada Kapolsek Samatiga beserta anggotanya

Dalam kegiatan itu juga digelar doa agar dijauhkan dari segala gangguan Kamtibmas yang dapat meresahkan masyarakat dalam Kecamatan Samatiga.

Untuk diketahui, kasus pencurian yang merenggut nyawa wanita yang pernah mendapat julukan guru dermawan tersebut tergolong pengungkapan pembunuhan tercepat di tahun 2021 ini.

Di mana, aparat kepolisian cuma membutuhkan waktu sebelas hari dalam mengungkap dalang dari kejahatan keji tersebut.

Baca Juga:  Dugaan Prajurit TNI Mabuk Berujung Pengamen di Senen Tewas Ditusuk

Berita Terkini

Haba Nanggroe