REDELONG I ACEHHERALD.com – Kisah asmara terlarang oknum anggota DPRK di Bener Meriah sepertinya kembali terulang. Rumos soal itu tiba tiba meruyak dan menjadi trending topik pembicaraan warga. Masih segar dalam ingatan penduduk setempat, sebelumnya kejadian serupa telah terjadi hingga berujung pada penghilangan paksa nyawa istri tersangka dan anaknya oleh selingkuhannya.
Kini sepertinya kisah perselingkuhan oknum anggota dewan kembali terulang di Bener Meriah. Kali ini rumors menyebutkan, dugaan cinta terlarang terjalin antara oknum anggota dewan dan tenaga kesehatan. Oknum dimaksud adalah seorang anggota dewan dari Partai Nasional yang berinisial B.
Oknum anggota dewan yang bernisial B itulah diduga menjalin hubungan terlarang dengan salah seorang tenaga kesehatan, yang tercatat sebagai pegawai di rumah sakit milik Pemda kabupaten berhawa sejuk tersebut.
Sementara itu, B sendiri, oknum anggota dewan yang dituding terlibat kasus perselingkuhan tersebut, membantah rumors dimaksud. “Wlkm slm,semua itu TDK benar, terima kasih ” ujar B singkat melalui pesan Whatsappnya.
Terkait beredarnya video pendek yang memperlihatkan B dalam posisi seperti di dalam kamar atau sebuah penginapan di luar Aceh, B tak menjawab, walau pertanyaan itu sudah terconteng biru, sebagai tanda sudah masuk dan telah dilihat oleh B.
Ditanya langkah apa yang akan ia tempuh, terkait berita perselingkuhan dan juga isu vidio pendek yang beredar dimana masyarakat menduga bahwa laki-laki dalam vidio tersebut adalah dirinya, hingga berita ini dikirim keredaksi media Acehherald.com, Minggu, (21/07) pukul 17.00 Wib, B belum menjawab pesan Whatsapp yang dikirim pewarta kepadanya, sementara pesan tersebut sudah contreng biru, alias sudah ia buka.
Oknum B sendiri adalah dewan incumbent yang terpilih lagi dan jika mempedomani jadwal pelantikan DPRK lima tahun sebelumnya, mereka akan dilantik tanggal 26 Agustus 2024. Karena jika lebih lambat dari tanggal tersebut akan terjadi kekosongan formasi DPRK akibat kelebihan periodesasi, karena periode sebelumnya dilantik tanggal 26/08/2019.
Sejauh ini belum diketahui pasti latar isu tersebut, apakah ternasuk dalam psywar pertarungan politik menjelang pelantikanm atau lebih khusus lagi untuk perebutan posisi di AKD DPRK Bener Meriah kelak.




















