Luhut Tolak RI Ekspor Listrik Bersih ke Singapura, Ini Penjelasan Kemenlu

JAKARTA | ACEHHERALD.COM – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) buka suara soal Indonesia yang sempat menolak permintaan Singapura untuk ekspor listrik Energi Baru Terbarukan (EBT). Penolakan itu sebelumnya diungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury mengatakan penolakan itu dilakukan karena Indonesia menginginkan kerja sama yang lebih menguntungkan. … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

JAKARTA | ACEHHERALD.COM – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) buka suara soal Indonesia yang sempat menolak permintaan Singapura untuk ekspor listrik Energi Baru Terbarukan (EBT). Penolakan itu sebelumnya diungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury mengatakan penolakan itu dilakukan karena Indonesia menginginkan kerja sama yang lebih menguntungkan. Pemerintah tidak ingin Indonesia hanya menjadi tempat untuk produksi listriknya saja.

“Pemikirannya dari kita semua adalah jangan sampai Indonesia ini hanya menjadi tempat untuk bisa memproduksi listriknya, kemudian industrialisasinya terjadi di negara-negara lain. Kita ingin sebuah bentuk kerja sama yang tentunya menguntungkan bagi kedua belah negara,” kata Pahala dalam wawancara eksklusif bersama detikcom yang tayang Rabu (2/8/2023).

Pahala berharap ke depannya Indonesia bisa menjadi sentra produksi untuk bahan-bahan yang dibutuhkan pembangkit listrik EBT.

“Jadi seperti misalnya solar PV yang dibutuhkan untuk bisa memproduksi atau melakukan pengembangan energi bertenaga surya, kemudian inverter dan kebutuhan-kebutuhan lainnya kita berharap itu bisa diproduksi di Indonesia,” jelasnya.

Setelah ditandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di bidang energi dengan Singapura, Indonesia baru mau mengembangkan pembangkit EBT dan menjualnya ke Singapura.

Kerja sama Indonesia dan Singapura terkait EBT akan dibicarakan antara PT PLN (Persero) dengan otoritas di Singapura. Kemudian juga antara beberapa Independent Power Producer (IPP) yang nantinya akan menyediakan listrik kepada PLN.

“Ini kelihatannya akan jadi satu solusi bahwa kita akan membangun sebuah energi terbarukan bagi negara lain, tetapi juga dengan melakukan kegiatan manufaktur di Indonesia,” beber Pahala.

Sebelumnya, Luhut memberi komentar menohok kepada Singapura saat menanggapi permintaan listrik hasil dari sumber energi bersih Indonesia. Pasalnya industri energi tersebut tidak dibangun di Tanah Air.

Baca Juga:  Luhut Respons Minyakita Langka: Kalau Ada yang Bermain Kita Tutup!

“Singapura minta supaya kita ekspor listrik clean energy, kita nggak mau. Saya bilang nggak mau, mau kalau proyeknya di kita, jadi jangan kau yang atur. Ini kan brengsek Singapura. Ini dia pikir kita bodoh aja, tender ke perusahaan-perusahaan kita. Emang gua pikirin,” kata Luhut di seminar yang digelar Ikatan Alumni ITB angkatan 1978 di The Westin Jakarta, Selasa (9/5/2023).

Sumber: finance.detik.com

Berita Terkini

Haba Nanggroe