Lhokseumawe, Pengungsi Rohingya, dan Penanganan Darurat

Pariwara LHOKSEUMAWE | ACEH HERALD.com- Pemko Lhokseumawe dalam dua tahun terakhir, mau tak mau, harus terlibat dalam usaha-usaha kemanusian seperti menangani pengungsi asal Rohingya. Data terakhir yang dicatat AcehHerald.com, sebanyak 108 manusia perahu yang menumpang kapal laut sudah mendarat di Lhokseumawe. Dan kemudian mereka ditempatkan di satu lokasi konsentrasi di Balai Latihan Kerja (BLK) di … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Pariwara

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Rohingya Kota Lhokseumawe Marzuki

LHOKSEUMAWE | ACEH HERALD.com-

Pemko Lhokseumawe dalam dua tahun terakhir, mau tak mau, harus terlibat dalam usaha-usaha kemanusian seperti menangani pengungsi asal Rohingya. Data terakhir yang dicatat AcehHerald.com, sebanyak 108 manusia perahu yang menumpang kapal laut sudah mendarat di Lhokseumawe. Dan kemudian mereka ditempatkan di satu lokasi konsentrasi di Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Kandang.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Rohingya Kota Lhokseumawe Marzuki mengatakan, meski sudah mendapat pelayanan maksimal di kamp pengungsian di Balai Latihan Kerja (BLK) Kandang, Lhokseumawe, namun tidak sedikit di antara mereka tak betah, untuk terus bertahan di BLK Kandang.

Terhadap berbagai peristiwa kemanusiaan tersebut, hanyut atau terkatung-katung di laut Selat Malaka, mereka kemudian difasilitasi Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Rohingya Kota Lhokseumawe, Marzuki mengatakan dari sebanyak 108 orang sebanyak imigran Rohingya yang masih tinggal di tempat penampungan tersebut sebanyak 38 orang.

Marzuki kepada AcehHerald.com menjelaskan baahwa para imigran tersebut kabur dengan cara memanfaatkan kelengahan petugas jaga. Umumnya dilakukan saat suasana hujan dan mati lampu. “Mereka kabur dengan cara merusak pagar belakang BLK Lhokseumawe,” kata Marzuki.

Selain 38 orang tersebut, kata Marzuki, ada tiga imigran Rohingya lainnya datang mencari saudaranya yang ditampung di BLK Lhokseumawe. Mereka sebelumnya ditampung di luar Aceh.

Meski tersisa 38 pengungsi lagi, Marzuki mendesak UNHCR, Badan PBB yang mengurusi pengungsi lintas negara, agar segera memindahkan para pengungsi tersebut ke Kota Medan, Sumatera Utara, untuk menghindari bertambahnya imigran yang melarikan diri.

Pengungsi Rohingya. Foto Antara

“Pemkot Lhokseumawe pada dasarnya menerima para pengungsi. Namun, alangkah baiknya pengungsi Rohingya ini segera dipindahkan ke tempat penampungan permanen di Medan,” ujar Marzuki yang juga Kepala Bagian Humas Pemko Lhokseumawe.

Baca Juga:  Warga Jangka Divaksin Anti Covid-19 di Koramil dan Polsek Jangka

Data yang dihimpun AcehHerald, dalam dua tahun terakhir pengungsi dari Rohimgya mendarat di beberapa tempat di pantai Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Utara. Khusus untuk wilayah Lhokseumawe para manusia perahu mendarat di Pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Puluhan pengungsi kemudian dilayani secara baik dan ditempatkan di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kandang, Kecamatan Muara Dua. Pemko Lhokseumawe dengan berbagai keterbatasan keuangan, tetap akan membantu sampai Pemerintah memindahkan pengungsi Rohingya ke tempat atau kota lainnya.

Dikatakan, bagi pengungsi yang ditangani Pemko Lhokseumawe, selain disediakan sandang dan pangan, mereka juga diberikan berbagai keterampilan. Jurubicara Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya Drs Marzuki mengatakan, Pemko masih memberi perhatian pada para pengungsi.
Bahkan, kata Marzuki, saat ini di BLK ada pengungsi gelombang ketiga. Mereka ditampung di BLK Lhokseumawe sejak tgl 1 Januari 2022. Namun, pengungsi asal Rohingya itu akan segera dipindahkan ke Pekanbaru.
Jumlah mereka saat ini hanya tinggal 24 orang lagi dari jumlah 108 orang. Mereka ditampung disini menurut Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya atas pertimbangan kemanusiaan .
“Pemko hanya menampung pengungsi dalam kondisi darurat saja sambil menunggu mereka dipindahkan ke daerah lain oleh IOM dan UNHCR atas dasar keputusan pemerintah pusat,” ujar Marzuki.(adv)

Penulis : Yuswardi

Berita Terkini

Haba Nanggroe