
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
TAKENGON | ACEHHERALD
LEDAKAN bom dengan daya ledak tinggi mengguncang kota Takengon di subuh hari, Selasa (01/02) kemarin.
Samsul, salah seorang warga kepada Aceh Herald, mengatakan dirinya sangat terkejut saat mendengar ledakan dari arah Grand Renggali Hotel, saat itu Samsul hendak mengantarkan dagangannya ke Pasar Pagi Kota Takengon dan ia melintas di depan hotel. “Sekitar pukul 06.00 wib kemarin, saat saya melintas didepan Hotel Renggali, saya mendengar ada suara ledakan besar, lalu ada suara tembakan,” ujar Samsul, Rabu, (02/12/20).
Ledakan dasyat tersebut juga sempat mengagetkan masyarakat Takengon khususnya seputaran Hotel Grand Renggali Kampung One-one, Lut Tawar yang sedang tertidur pulas dalam dinginnya cuaca dataran tinggi Takengon.
Suara ledakan bom terdengar hingga mencapai radius 5 KM dari lokasi titik kejadian.
Tidak lama kemudian, tiba-tiba muncul sepasukan tentara yang menggunakan pakaian khas pasukan elit Gultor, lengkap dengan perlengkapan senjata serbu laras panjang dan laras pendek.
Pasukan Gultor tersebut datang dengan menggunakan dua kendaraan tempur jenis Anoa.
Puluhan tentara tersebut dengan gerak cepat langsung menuju gedung utama Grand Hotel Renggali.
Dengan posisi berpencar, pasukan TNI yang belakangan diketahui dari kesatuan Bataliyon Raider Khusus 114 Satya Musara, mulai merengsek masuk menyisir setiap gedung bangunan hotel.
Hanya dalam hitungan beberapa menit, terdengar suara rentetan suara senjata yang menyalak dari dalam gedung hotel.
Ternyata didalam hotel tersebut, diketahui telah terjadi penawanan beberapa orang sandera oleh sekelompok teroris.
Sehingga pasukan TNI Batalion Raider Kusus 114 SM yang dipimpin oleh Komandan Batalion, Mayor INF Putra Negara, ditugaskan untuk membebaskan para sandera dan melumpuhkan para pelaku teroris tersebut.
Suara rentetan senjata dan ledakan geranat silih berganti dari area gedung hotel tersebut.
Tiba-tiba diluar gedung sisi arah barat, seorang terduga teroris tampak tergeletak kaku di bahagian lantai gedung, dengan senjata masih tergenggam ditangannya.
Diduga kuat, korban adalah salah satu dari kelompok teroris yang melakukan penawanan terhadap sandera di hotel yang terletak persis di pinggiran Danau Laut Tawar tersebut.
Tidak berselang lama, suara dentuman bom kembali bergema dari arah belakang hotel, tepatnya dari arah danau.
Ternyata diketahui, bahwa dari arah danau, pasukan TNI juga melakukan pengepungan, baik dengan melakukan snorkeling dan juga menggunakan prahu karet.
Kontak senjata juga kembali terdengar pasca suara ledakan keras tersebut, namun tidak begitu lama.
Tidak butuh waktu yang lama bagi pasukan TNI Bataliyon Raider Khusus 114 SM untuk membebaskan para sandera dan juga melumpuhkan gerombolan teroris tersebut.
Hanya memakan waktu sekitar 6 Menit, sandera dapat dibebaskan oleh pihak TNI dan juga melumpuhkan para tersangka.
Kejadian ini merupakan simulasi latihan pembebasan sandera yang digelar oleh Pasukan TNI Raider Khusus Bataliyon 114 SM.
Hal ini disampaikan langsung oleh Koandan Bataliyon 114, Mayor INF Putra Negara melalui Pasi Intelnya, Lettu Inf Dimas Kokoh Prasetya mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan latihan pemantapan Raider yang dilaksanakan rutin setiap tahun.
Menurut Kokoh, dengan melaksanakan simulasi latihan pemantapan Raider ini diharapkan Prajurit Yonif Raider Khusus 114/SM tetap terjaga dan terlatih kemampuan dalam bertempurnya. Sehingga jika dibutuhkan dalam setiap saat, Batalyon Raider Khusus 114 sudah siap siaga. “Ini merupakan latihan rutin, guna pemantapan kesiapan pasukan, dengan harapan jika sewaktu-waktu dibutuhkan, kami siap untuk membantu dan mendukung dalam menjaga dari ancaman yang telah menggangu stabilitas wilayah pemerintahan daerah maupun kedaulatan NKRI,” ujar Kokoh.(*)
PENULIS : ROBBY



















