Berat Dugaan Diracun

IDI I ACEHHERALD.com – Jika sebelumnya seekor gajah betina mati dan membusuk di kawasan hutan Kecamatan Peunaron, kini giliran gajah jantan meregang nyawa di areal perkebunan sawit milik PT Makmur Inti Bersaudara di pedalaman Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu (15/04/2020).
Gajah betina yang baru berumur satu setengah tahun itu, mati diduga terperosok ke bekas galian parit alur sungai kerukan manusia, Jumat (03/04/2020) lalu. Sedangkan gajah jantan yang mati di areal Perkebunan Afdeling III PT Makmur Inti Bersaudara Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Rabu (15/04/2020) siang, diduga mati karena keracunan. Belum diketahui pasti apakah diracun oleh pihak perusahaan atau masyarakat petani sawit lainnya. Namun bukan oleh pemburu gajah, karena gading gajah tetap utuh di tubuh gajah.
Informasi awal tentang adanya seekor gajah jantan mati di areal kebun sawit itu, bermula disampaikan Hasbi (40), petani dari Dusun Blang Gadeng Desa Seumanah Jaya, Ranto Peureulak. Hasbi yang sedang mencari rumput pakan ternaknya, tak kuasa menahan sedih ketika menyaksikan binatang dilindungi itu terkapar di areal kebun milik perusahaan swasta dalam kondisi membusuk. Gajah jantan yang diperkirakan berusia lima tahun itu, diduga sudah mati sejak empat hari lalu.

Berdasarkan laporan warga, Kapolsek Ranto Peureulak Ipda Wisnu Bramantyo, S.TrK bersama Bhabinkamtibmas dibantu anggota Koramil Ranto Peureulak dan Tim CRU Aceh Timur segera mendatangi lokasi.
Dari hasil pemeriksaan sementara di TKP, Tim CRU menyimpulkan bahwa gajah itu mati bukan karena dibunuh untuk diambil gadingnya, melainkan mati karena diduga sakit atau keracunan. Pertimbangannya, bukan dibunuh karena gading gajah itu masih utuh dan kini diamankan Tim CRU Aceh Timur.
Dijadwalkan, Kamis (16/04/2020), Tim BKSDA Aceh bersama tim dokter akan ke lokasi temuan dalam upaya melakukan nekropsi terhadap bangkai gajah dimaksud.
Penulis Ridwan Suud: Aceh Timur/Langsa.




