
BANDA ACEH | ACEH HERALD
KOMITE Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengungkapkan sejumlah penyebab lambannya vaksinasi kelompok lanjut usia (Lansia) secara nasional, di antaranya takut dan sungkan.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani dilansir AcehHerald.com, Sabtu (24/4/2021) mengatakan banyak Lansia merasa takut, sungkan, dan enggan datang untuk vaksinasi Covid-19.
Selain faktor takut, sungkan, dan enggan dari Lansia sendiri, anak-anak mereka juga ragu mengajak bapak dan ibunya untuk vaksinasi Covid-19. Pasangan Lansia, lanjut SAG, memiliki persepsi yang berbeda-beda terhadap vaksinasi Covid-19.
Ada Lansia yang tercerahkan dengan informasi Covid-19 ingin segera divaksinasi tapi kewalahan membujuk pasangannya. Meski dibujuk dan dirayu, pasangannya tetap takut dan ragu divaksin, terutama Lansia yang memiliki komorbid, seperti penyakit jantung atau hypertensi.
Anak-anak mereka yang meyakini pentingnya vaksinasi Covid-19 dalam masa pandemi ini pun acap kali tidak mengajak orangtuanya. Sebab, jika satu saja anak berkeberatan orangtuanya divaksinasi, anak-anak lain pun menjadi ragu. Mereka khawatir disalahkan bila terjadi efek ikutan pasca imunisasi yang serius, tambah SAG.
Menurut SAG, tenaga kesehatan yang berada di garda depan seyogyanya peka pada gejala non-verbal seperti itu dalam masyarakat, dan segera mengambil langkah-langkah antisipasi dengan cepat dan tepat.
Bila ketakutan Lansia itu dapat dieliminir dengan edukasi yang terukur, pengaruhnya sangat besar pada capaian cakupan vaksinasi Covid-19.
Kelompok Lansia itu populasinya sangat besar di Aceh mencapai 435.651 orang, hampir sepadan dengan petugas pelayanan publik sebanyak 478.489 orang. Di Aceh, Lansia yang sudah melakukan vaksinasi dosis I baru 3.156 orang per tanggal 22 April 2021. Sementara yang sudah menerima vaksinasi dodis II belum sampai setengahnya, baru 1.362 orang.
Sementara itu, petugas pelayanan publik yang telah mendapat vaksinasi Covid-19 dosis I sebanyak 59.871 orang dari target sasaran 478.489 orang. Sedangkan mereka yang sudah menerima suntikan dosis II sebanyak mencapai 36.990 orang.
Selanjutnya SAG mengatakan progres vaksinasi Covid-19 bagi Calon Jamaah Haji (CJH) dan kelompok rentan yang akan menunaikan ibadah haji tahun 2021.
CJH yang telah divaksin dosis I sebanyak 3.700 orang, atau sekitar 88,37 persen dari target, dan yang sudah dosis II sebanyak 511 orang atau 12,20 persen, per tanggal 23 April 2021.
“Jumlah kuota Calon Jamaah Haji Aceh tahun 2021 sebanyak 4.187 orang,” tambah SAG.(*)




