KOTA JANTHO I ACEHHERALD – Tim gabungan pencarian korban banjir bandang Krueng Brayeun Gampong Meunasah Mesjid, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, kembali menemukan korban terseret arus. Setelah pagi menjelang Jumat tadi ditemukan Ahmadal Hadi (17) warga Peukanbada, Aceh Besar, sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat (266/08/2022) kembali ditemukan korban hanyut.
Kali ini yang ditemukan adalah M Reza Asri (18) warg Gampong Baro Lamjabat Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Ahmadal dan Reza adalah dua diantara lima orang santri Dayah Raudhatul Quran Lamsiteh Darul Imarah, yang terseret dan tenggelam dalam musibah banjir bandang Krueng Brayuen, Kamis (25/08/2022).
Penemuan korban banjir bandang Krueng Brayeun itu langsung diapresiasi oleh Pj Bupati Aceh Besar yang terus memonitor upaya pencarian secara real time. “Kami sudah mendapat laporan dari staf di lapangan tentang penemuan itu. Terimakasih untuk semua tim yang telah dan terus bekerja melakukan pencarian. Kita doakan semoga semua korban segera ditemukan,” kata Iswanto, malam ini.
Sejauh ini dua lagi korban terseret arus Krueng Brayeun yang belum ditemukan. Keduanya adalah Darazatul Aulia (17) dari Gampong Rumah Panjang Kecamatan Kuala Batee, Abdya. Serta Fakhrul Razi (22) dari Malaysia.
Saat berita ini diturunkan, pencarian untuk hari kedua telah dihentikan, karena situasi telah malam. Sementara hujan ringan terus melanda kawasan seputaran Krueng Brayeun Leupueng.
Seperti diberitakan sebelumnya, lokasi pemandian bendungan Brayeun di Gampong Meunasah Mesjid Kecamatan Leupueng Aceh Besar, Kamis (25/08/2022) sekira pukul 14.50 WIB, diterjang banjir bandang. Saat itu, serombongan santri dari Dayah Raudhatul Quran Al aziziah Gampong Lamsiteh Darul Imarah Aceh Besar, yang sedang mandi di lokasi bendungan Brayeun, langsung terseret arus kuat banjir bandang. Satu orang santri , atas nama Saiful Amani (23) dari Kuta Fajar, Aceh Selatan berhasil diselamatkan. Sementara pada pencarian lanjutan hari ini, ditemukan Ahmadal Hadi (17) asal Gampong Lam Hasan Peukan Bada Aceh Besar dan M Reza warga Banda Aceh, dua korban dalam kondisi tak bernyawa.
Sampai berita ini diturunkan, sebanyak dua santri masih dalam status dicari, alias belum ditemukan. Tim pencarian gabungan yang terdiri atas personil BPBD Aceh Besar, unsur TNI dan Polri serta tim SAR dan masyarakat, masih menyisir sepanjang jalur DAS yang berakhir di Kuala Leupueng.
Kalak BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil SSos MSi didampingi Ka Pusdalops Iqbal, merinci identitas ke dua korban yang masih dicari. Mereka adalah, Fakhrulrazi (20) santri asal Malaysia dan Darazatul Aulia (17) dari Desa Rumoh Panjang Kuala batee Abdya.
Lebih jauh dirincikan, rombongan santri beserta pimpinan Dayah An. Tgk. Salman melakukan liburan ke tempat wisata tersebut. Sekitar pukul 14.00 WIB sebahagian Santri mandi di pemandian Krueng Brayeun. Tak lama kemudian hujan dengan intensitas tinggi pun mengguyur wilayah tersebut. Dalam waktu seketika terjadi luapan air sungai, setelah air deras menggelontor dari hulu hingga menyeret sebahagian santri yang sedang mandi yang gagal keluar ke tepian.




