Ketua Tim Kawal Hasan Tiro Meninggal di Jeunieb

BANDA ACEH | ACEH HERALD KEPERCAYAAN dan Ketua Tim Pengawal Wali Nanggroe Aceh, Dr Tgk Mumammad Hasan Ditiro saat keluar Aceh untuk melanjutkan perjuangan di luar negeri pada tahun 1980-an, Ayah Saiman (70), dilaporkan meninggal dunia. Innalilahi wainailaihi Raji’un. Ayah Saiman yang bernama lengkap Tgk Saiman bin Abdullah, menurut mantan Panglima GAM wilayah Batee Iliek, … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga


BANDA ACEH | ACEH HERALD

KEPERCAYAAN dan Ketua Tim Pengawal Wali Nanggroe Aceh, Dr Tgk Mumammad Hasan Ditiro saat keluar Aceh untuk melanjutkan perjuangan di luar negeri pada tahun 1980-an, Ayah Saiman (70), dilaporkan meninggal dunia. Innalilahi wainailaihi Raji’un.

Ayah Saiman yang bernama lengkap Tgk Saiman bin Abdullah, menurut mantan Panglima GAM wilayah Batee Iliek, Tgk Darwis Jeunieb, lelaki setia itu menghembuskan nafas penghabisannya di rumah kediaman Desa Teupin Kupula Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Sabtu 16 Januari 2021 sekira pukul 09.15 wib.

Darwis Jeunieb yang juga Ketua DPW Partai Aceh (PA) dan Ketua Komite Peralihan Aceh (PA/KPA) Batee Iliek mengatakan Ayah Saiman merupakan salah satu sosok yang dipercayakan mengepalai Pasukan Elit dan sekaligus Pengawal khusus di Era perjuangan Wali Nanggroe Muhammad Hasan Ditiro.

Dikatakan, salah satu kesetiaan Ayah Saiman terlihat saat mengemban tugas menyeberangkan dan mengawal Hasan Ditiro menuju Luar Negeri melalui Krueng Nalan Jeunieb dalam suasana malam yang gelap gulita pada tahun 1980 an.

Setelah keberhasilannya menyeberangkan Wali Nanggroe ke Negeri Jiran di tengah-tengah pengejaran yang dilakukan tim elit Kopashanda (kini Kopasus), kemudian Ayah Saiman dipercayakan sebagai Ketua Tim Pengawal (Elite) Hasan Tiro dalam setiap agenda kunjungan resmi Wali Nangroe.

Pasca Perdamaian (MoU) yang ditandatangani di Helsinki tahun 2004, Ayah Saiman kembali mendapat kepercayaan untuk mendampingi kepulangan Muhammad Hasan Ditiro ke Tanah Rencong. Hingga Wali Nanggroe Wafat, Ayah Saiman menetap kembali di Provinsi Aceh sebagai Warga Negara Indonesia.

Mantan Panglima GAM Wilayah Batee Ikiek, Darwis Jeunieb mengaku pihaknya dan rekan mantan Kombatan Gerakan Atjeh Merdeka seluruh Aceh sangat merasa kehilangan beliau. “Kami berharap, semoga segala amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT dan menjadi Ahli syurga,” ujar Tgk Darwis Djeunieb.(*)

Baca Juga:  Rizayati Bersama Asstafsus Wapres, Bahas Pemulihan Ekonomi Nasional

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe