Ketua Muhammadiyah Aceh Wakili Indonesia di Forum Wakaf Dunia

“Aceh memiliki sejarah panjang dalam pengelolaan wakaf. Kita ingin membawa nilai itu ke level dunia, agar wakaf menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi umat,”
Ketua Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa dalam pertemuan Annual Meeting Internasional Conference di Seurawak, Malaysia. Foto: Dokumen Pribadi.

Iklan Baris

Lensa Warga

SERAWAK | ACEHHERALD.Com – Rasa optimisme mengiringi langkah Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, A. Malik Musa, S.H. M.Hum., yang mendapat undangan khusus untuk menghadiri World Zakat and Waqf Forum (WZWF) 2025 di Hikmah Exchange Event Centre, Kuching, Sarawak, Malaysia, pada 13–15 Oktober 2025.

Kehadiran Malik Musa menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aceh dan Indonesia. Ia dipercaya mewakili daerah dalam forum internasional yang mempertemukan para pakar, akademisi, dan praktisi zakat serta wakaf dari berbagai negara untuk membahas arah baru ekonomi Islam yang inklusif dan berdaya saing global.

Acara bergengsi yang diselenggarakan oleh Muamalat Center Consulting (MCC) ini dihadiri sejumlah tokoh dunia Islam, termasuk ulama, ekonom syariah, dan pimpinan lembaga zakat-wakaf internasional.

Forum ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas negara guna membangun ekosistem ekonomi syariah yang adaptif terhadap tantangan globalisasi modern.

Dalam berbagai sesi strategis, para peserta mengikuti sambutan dari Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum, pidato utama oleh Premier Sarawak, hingga peluncuran Global Islamic Economy Report (SGIE) 2024/2025.

Di sela kegiatan, Malik Musa menegaskan komitmennya untuk membawa semangat kolaborasi dan inovasi pengelolaan wakaf Aceh ke tingkat global.

“Aceh memiliki sejarah panjang dalam pengelolaan wakaf. Kita ingin membawa nilai itu ke level dunia, agar wakaf menjadi kekuatan ekonomi yang nyata bagi umat,” ujarnya penuh semangat, Rabu (15/10/2025).

Menurutnya, momentum ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan kesempatan berharga untuk memperkenalkan potensi besar Aceh dalam tata kelola wakaf yang berorientasi pada kemaslahatan umat.

Ia mencontohkan Wakaf Haji Bugak di Tanah Suci Mekkah sebagai bukti kuatnya tradisi wakaf masyarakat Aceh yang masih memberi manfaat hingga kini bagi jamaah haji asal daerah tersebut.

Baca Juga:  Liga Inggris, Chelsea Perkasa Gasak Crystal Palace 4-0

“Wakaf Haji Bugak adalah warisan luar biasa. Tanahnya di Mekkah diwakafkan untuk kepentingan umat dan masih bermanfaat sampai hari ini. Semangat ini yang perlu kita hidupkan kembali,” jelasnya.

Forum internasional yang berlangsung selama tiga hari itu juga menyoroti peran perempuan dalam sistem ekonomi syariah serta inovasi keuangan sosial berbasis digital.

Malik Musa menilai, keterlibatan ulama dan lembaga pendidikan menjadi kunci menjaga nilai-nilai wakaf agar tetap sesuai syariat dan berdampak luas bagi kesejahteraan rakyat.

Dengan penuh optimisme, Malik Musa menegaskan bahwa Aceh siap berperan aktif dalam percakapan global mengenai wakaf produktif dan ekonomi umat.

Ia berharap, hasil dari forum ini dapat memperkuat jejaring internasional bagi lembaga-lembaga wakaf di Aceh, sekaligus menjadi inspirasi untuk membangun ekonomi masyarakat yang mandiri, adil, dan berkeadilan sosial.

Laporan: Andika Ichsan

Kata Kunci (Tags):
ketua muhammadyah aceh, wakaf, world zakat and waqf forum, wzwf 2025, annual meeting internasional conference,

Berita Terkini

Haba Nanggroe