
DENPASAR,ACEHHERALD.com – Laga play off menuju Liga 1 PSSI sekaligus merebut juara tiga Liga 2 PSSI musim kompetisi tahun 2019, dengan tajuk Derby Sumatera, di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Denpasar, banyak menyisakan catatan kaki. Setidaknya itu didapat melalui sebuah kesaksian seorang penonton dari Aceh, T Novizal Aiyub (Ampon Yub), yang menyaksikan langsung laga dramatis tersebut.
Menurut Dirut PDAM Tirta Daroy itu, hanya karena mental baja serta tampil degil sepanjang laga, Fary Komul dkk berhasil mengatasi factor non teknis. Terutama banyak keputusan wasit yang menurut Ampon Yub merugikan Lasykar Rencong. “Kita makin sadar, jika olahraga kini juga menjelma menjadi sebuah industry. Jadi benefit selalu diangap sebagai panglima,” tutur Ampon Yub.
Menurutnya, jika benefit yang jadi buruan, termasuk oleh pengelola Liga Indoensia, maka mereka berharap klub klub yang punya basis massa meluber yang lewat ke Liga 1. Untuk hal itu tentu Sriwijaya jauh lebih layak dari Persiraja, karena penonton di Aceh yang dianggap terbatas. “Bisa jadi karena itulah ada upaya terselubung dengan rapi, bagaimana ,menenteng tim tim yang punya tifosi yang banyak untuk masuk liga 1.”
Ampon Yub menilai, hanya karena syaraf baja pemain, serta tekad pantang menyerah membuat Persiraja sukses menerobos tembok keangkuhan status Liga 1 itu. Defri Rizki tampil luar baisa dengan menafikan semua tekanan non teknis. Dan gol tunggal Tores atau Ahsanul Rijal membuat tembok itu luruh sekaligus ambruk.
Menurut Ampon Yub, dalam laga play off yang super krusial dan bertensi tinggi itu, pahlawan sebenarnya adalah penjaga gawang Fakhrurrazi atau sering disapa Kuba. Lelaki jangkung ini berhasil mementahkan gempuran demi gempuran pasukan besutan Kas Hartadi terutama paruh akhir babak kedua. “Saya berpikir, seandainya bukan Kuba di bawah mistar akan lain jadinya,” tutur Ampon Yub.
Selain itu, nafas muda The Young Guns Persiraja, memang menjadi kunci sukses tersenditi. Masalahnya dari rata rata usia, pemain Persiraja adalah 27-28 tahun, sementara pasukan Sriwijaya FC datang dengan rata rata usia 30 tahun. Satu hal yang membuat anak anak Hendri Susilo punya power lebih dari Sriwijaya FC. Sekali lagi, selamat meretas sejarah. Kesaksian Ampon Yub membuat kita makin sadar betapa Persiraja butuh penfukung setia dalam mengarungi Liga 1 kelak.
Penulis : Nurdinsyam
Editor : Nurdinsyam,



















