Kemen PPPA Verifikasi KLA

. Ketua TP PKK Yulinda yang juga isteri Walikota Lhokseumawe menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan komitmennya mendukung upaya mewujudkan Lhokseumawe sebagai KLA. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan komunitas dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Pertemuan Kadis DP3AP2KB Salahuddin ST MSM, Plt Kepala Bappeda Reza Mahnur SSTP, M.Kesos, dengan Ketua PKK Lhokseumawe Yulinda, Rabu (9/4/2025) di Kantor Walikota. Foto Ist

Iklan Baris

Lensa Warga

LHOKSEUMAWE|ACEHHERALD.Com, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia pada tanggal 14 April – 20 Juni 2025 melakukan verifikasi dan evaluasi Kota Layak Anak (KLA) tahun 2025. Kota Lhokseumawe akan diverifikasi lapangan hybrid (VLH) oleh tim dari Kemen PPPA pada Kamis 24 April 2025 secara zoom meeting. Kabupaten dan kota lain yang turut dilakukan verifikasi lapangan secara hybrid adalah Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, Nagan Raya, Langsa, Sabang, Subulussalam, Pidie Jaya, Aceh Selatan dan Kota Banda Aceh.

Memastikan kesiapan dari verifikasi secara hybrid, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Salahuddin ST MSM, Plt Kepala Bappeda Kota Lhokseumawe Reza Mahnur SSTP, pada Rabu (9/4/2025) bertemu Ketua PKK Lhokseumawe Ny Yulinda. Mereka bertatap muka di ruang pertemuan Setdako dan menjelaskan tentang apa itu KLA serta persiapan yang harus dilakukan menyambut tim dari Kemen PPPA.

Menurut Salahuddin audiensi bertujuan untuk mensinergikan langkah dan program lintas sektor guna memenuhi indikator KLA sesuai standar nasional. Selama  pertemuan dibahas berbagai strategi kolaboratif antara DP3AP2KB, Bappeda, TP PKK dan pihak terkait dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman, ramah dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di Kota Lhokseumawe.

Salahuddin menambahkan, pencapaian predikat KLA tingkat nasional membutuhkan komitmen bersama dari semua pihak termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media serta lembaga masyarakat, ujarnya.

Sementara itu Ketua TP PKK Yulinda yang juga isteri Walikota Lhokseumawe menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan komitmennya mendukung upaya mewujudkan Lhokseumawe sebagai KLA. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan komunitas dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Baca Juga:  Bupati dan Kapolres Pesijuek Korban Pemukulan Polisi

Dengan semangat kolaborasi dan sinergi lintas sektor, diharapkan Lhokseumawe mampu meraih predikat Kota Layak Anak tingkat nasional pada tahun 2025, serta menjadi kota yang lebih ramah dan berpihak kepada hak-hak anak di masa depan.

Pada tahun 2023, Lhokseumawe mendapat predikat KLA dengan predikat madya. Target tahun ini mempertahankan status yang pernah didapat atau mendapat predikat nindya sehingga Lhokseumawe sejajar dengan kota layak anak di tempat lain.

Dalam pertemuan itu hadir Kabid PHA Nurhayati SAg, Kabid Keluarga Berencana, Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Muhammad Ridwan dan Kabid Perencanaan Pembangunan Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Pembangunan Manusia pada Bappeda Khennita Zulqavia SP.

Berita Terkini

Haba Nanggroe