Keluarga Alm Muhammad Kurniadi Sutio Terima Santunan Rp 461 Juta

BANDA ACEH | ACEHHERALD.COM– Keluarga almarhum Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi, Anggota Brimob Kompi 3 Batalyon 3 Resimen Pelopor Mabes Polri yang gugur dalam kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok Papua, 26 September 2021 lalu, mendapatkan Santunan Resiko Kematian Khusus (SRKK). “Santunan itu diterima ahli waris Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio yang berupa … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Penyerahan SRKK secara simbolis kepada keluarga Alm. Bharatu Muhammad Kurniadi Sitio. Foto Dok
BANDA ACEH | ACEHHERALD.COM
Keluarga almarhum Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi, Anggota Brimob Kompi 3 Batalyon 3 Resimen Pelopor Mabes Polri yang gugur dalam kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok Papua, 26 September 2021 lalu, mendapatkan Santunan Resiko Kematian Khusus (SRKK).
“Santunan itu diterima ahli waris Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio yang berupa dana SRKK, dana NTTA dan dana tali asih dari Mandiri Taspen dengan total semuanya sebesar Rp 461.303.000,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy SIK, MSi.
Winardy dalam siaran pers menyebutkan, santunan SRKK itu diserahkan pihak PT. ASABRI dan PT. Mandiri Taspen kepada ahli waris di Aula Vidcon Mapolres Aceh Tamiang, Jumat (1/10/21).
Penyerahan santunan yang berlangsung di Mapolres Aceh Tamiang digelar secara virtual dan turut disaksikan Pangdam IV/Diponogoro, Pangdam XII/Tanjungpura, Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, SH MM, Danrem 072/Pamungkas, Dandim 1201/ Mempawah dan Danyon Mekanis 403/Wirasada Prastista.
Sementara yang hadir di Aula Vidcon Mapolres Aceh Tamiang, masing-masing Kapolres Aceh Tamiang, Wakapolres Aceh Tamiang, Kepala Kantor Cabang PT. ASABRI (Persero) Cabang Lhokseumawe, orang tua dan pihak keluarga Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi Sutio.
Bharatu Anumerta Muhammad Kurniadi, lelaki kelahiran Aceh Tamiang, sebelumnya tergabung dalam satgas Nemangkawi dalam rangka penumpasan KKB di Papua, tambah Winardy.
Tembaki Polsek Kiwirok
Kontak tembak antara KKB dengan personil TNI-Polri yang menyebab Muhammad Kurniadi Sutio gugur terjadi pada pukul 04.50 WIT pagi. Kontak tembak itu bermula ketika KKB menembaki Polsek Kiwirok.
Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito, Minggu (26/9/2021) mengatakan KKB menembaki Mapolsek Kiwirok terlebih dahulu. Ini merupakan kelanjutan dari sederet ketegangan yang terjadi di Kiwirok, Papua, beberapa waktu terakhir akibat ulah KKB.
“Betul, kontak tembak di Mako Polsek Kiwirok,” ujar Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito  seperti dilansir detikcom, Minggu (26/9/2021).
Dikatakan, KKB dengan keji membakar puskesmas di Kiwirok hingga menganiaya dan melecehkan tenaga kesehatan.Suster Gabriella meninggal akibat serangan KKB. Seorang anggota TNI, Pratu Ida Bagus Putu, kemudian gugur dalam baku tembak dengan KKB saat hendak mengevakuasi jenazah Suster Gabriella.
Imbas dari serangan KKB, aparat TNI-Polri kemudian mengungsikan warga Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, untuk sementara waktu.
Baca Juga:  Pemerintah Gampong Trieng Meuduro Baroh Salurkan Santunan 22 Anak Yatim Piatu

Berita Terkini

Haba Nanggroe