
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
MEULABOH | ACEH HERALD
KADISNAKERMOBDUK Aceh, Ir Iskandar Syukri MT, secara resmi menyerahkan kunci rumah, sebagai pertanda mulai ditempatinya rumah oleh 20 KK transmigran lokal di Gampong Drien Sibak, Kecamatan Sungai Mas Aceh Barat, Senin (1/12/2020) siang tadi.
Penempatan itu sendiri dilakukan secara fair, dimana 20 KK peserta hasil seleksi melakukan penarikan undian penempatan rumah. Acara penyerahan kunci itu dihadiri oleh Forkopincam Sungai Mas, serta dari Disnakermobduk Aceh Barat, pihak Puskesmas dan undangan lainnya. “Diantara translok terpilih itu juga ada mantan kombatan, kita menyerahkan kepada pihak kecamatan untuk pemilihan peserta translok itu,” tutur Kadisnakermobduk Aceh, Iskandar Syukri sejenak acara penyerahan.
Dikatakan, selain peresmian penempatan rumah, hari ini juga dilakukan pembagian perbekalan rumah dan peralatan pertanian. Selanjutnya besok dilanjutkan dengan pembagian Jadup untuk 2 bln tahun 2020. Dan awal th 2021. Selian itu juga pembagian lahan Usaha seluas 9000 m2, ditambah lahan pekarangan rumah 1000 m2. Total per KK akan mendapat 10.000 m2 atau 1 Ha.
Mewujudkan Aceh Hebat
Kadisnakermobduk Aceh, Iskandar Syukri, sejenak acara penyerahan kunci itu, kepada Acehherald.com mengatakan, ia berharap agar para penerima bantuan rumah dan lahan usaha serta bibit tanaman, agar benar benar menggunakan bantuan ini secara maksimal untuk meningkatkan kemandirian, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Agar angka kemiskinan dan pengangguran dapat ditekan secara bertahap. “Kalau setiap keluarga rata2 menghidupi 5 org saja, maka utk 20 KK akan dapat menghidupi 100 orang, karena ada fasilitas bantuan pangan dan Jadup lainnya dari pemerintah Aceh,” lata Syukri.

Setelah masa jadup berakhir selama 10 bulan, tentu tanaman muda atau palawija sdah bisa dipanen, termasuk tanaman jenis hortikultura. Karena juga didukung dengan bbit hingga saprodi. “Lahan usaha juga harus digarap dengan budidaya tanaman produktif yg sesuai dengan kondisi lahan yg ada. Jangan sampai lahan usaha ini terlantar dengan sia sia karena tidak ditanami tanaman produktif,” kata Iskandar Syukri.
Secara terbuka Kadisnakermobduk Aceh itu mengakui Selma ini ada warga penerima bantuan rumah dan lahan malah tdk menempati rumah tsb serta lahan terlantar begitu saja. Kami akan pantau dan evaluasi keberadaan warga trans yg sudah ditempatkan namun tidak mau tinggal di lokasi maka akan diusulkan ke Bupati utk mengganti penerima bantuan rumah dan Lahan tersebut dengan warga lain yang benar benar membutuhkan untuk tempat tinggal dan berusaha dengan sungguh sungguh.
Sehingga akan terjadi pengembangan dan pertumbuhan sentra sentra Pertanian untuk mengurangi daerah tertinggal serta miskin. “Hal ini juga guna mendukung program pemerintah dalam upaya mewujudkan Aceh Hebat,” pungkas Iskandar Syukri.(*)
PENULIS : NURDINSYAM




















