LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com – Walikota Lhokseumawe , Dr Imran M.Si ,MA.Cd meminta masyarakat untuk memfungsikan Kroeng Pade atau lumbung padi untuk menampung hasil panen dalam rangka menjaga ketahanan pangan.
Mengutip penjelasan walikota, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Drs Marzuki mengatakan, penegasan tentang lumbung padi disampaikan di hadapan 68 keuchik di Aula Setdako Lhokseumawe. Pertemuan digagas oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong ( DPMG) itu berlangsung Selasa, (22/11/2022).
Walikota Imran mengatakan, lumbung pangan adalah tempat penyimpanan padi, jadi dulu warga masyarakat di gampong atau desa tidak pernah kekurangan atau krisis pangan karena hasil panen selalu disimpan dalam kroeng atau lumbung desa.
Saat ini di gampong-gampong tidak ada lagi kroeng tempat penyimpanan padi. Kalau mau lihat bagaimana kroeng pade pergi lihat di Museum Lhokseumawe ,ujar walikota.
Ia mengajak kepala desa untuk mengfungsikan kembali lumbung desa itu. “Saya rasa melalui BUMDES gampong bisa mengarahkan agar di gampong bisa menghidupkan lagi lumbung desa,” katanya
Menurut Kabag Prokopim Drs Marzuki, pada kesempatan itu walikota mengatakan lahan pertanian di Kecamatan Blang Mangat, Muara Dua, dan Muara Satu masih luas areal pertanian. Artinya masih punya potensi untuk mengfungsikan lumbung padi kecuali di Kecamatan Banda Sakti .
Dalam pertemuan yang dibuka oleh Kadis BPMG Drs Nasruddin MM, walikota menyinggung tentang Bimtek kades yang berlangsung selama ini. Bimtek boleh-boleh saja dan tidak dilarang, namun yang penting harus tepat sasaran, misalnya di Kota Lhokseumawe mau mengembangkan masalah pariwisata, lokasi studinya harus ke daerah yang ada lokasi wisatanya.
Penulis : Yuswardi




















