LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com – Kota Lhokseumawe yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu kota industri di Indonesia, kini pasca berakhirnya era kejayaan gas alam Arun dan sejumlah industri yang berada di sekitar kilang PT Arun NGL berhenti operasional, secara perlahan juga kota ini mengalami masa-masa sulit.
Dan di bawah kendali Penjabat Walikota Lhokseumawe, Dr Imran, Lhokseumawe yang sempat bergelar Kota Petro Dolar terus berbenah dan berusaha bangkit.
Karena itu, Penjabat Walikota Lhokseumawe Dr Imran dalam berbagai kesempatan terus melakukan upaya-upaya khusus untuk kemajuan kota yang dipimpinnya. Misalnya, dalam rapat kerja kepala daerah yang berlangsung Rabu (8/3/2023), yang dipimpin Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, ada enam point prioritas pembangunan yang diharapkan bisa dikembangkan di Kota Lhokseumawe ke depan.
Ke-enam prioritas itu disampaikan di depan forum rapat yang dipimpin Pj Gubernur Aceh terdiri dari meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM), meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum, penataan kawasan kota, menciptakan kota yang aman dan nyaman, mengembangkan kreatifitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan inovasi di Kota Lhokseumawe.
Hal ini, menurut Imran dinilai penting untuk terwujudnya kota berpenduk sekitar 200-an juta itu menjadi kota beriman kreatif dan inovatif.
Di samping itu juga terkait dengan upaya penanganan stunting, sehingga Kota Lhokseumawe pada tahun 2022 angka prevelensi yang mencapai posisi 28,10 Kota Lhokseumawe target pada tahun 2023-2024 penurunan prevelensi mencapai 14% sesuai arahan presiden RI.(*)
Penulis : Yuswardi




