Ikamabdya Adakan Diskusi Kecil Dengan Tokoh Lintas Angkatan

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Jajaran presidium Ikatan Keluarga Masyarakat Abdya (Ikamabdya) di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang, Senin (16/05/2020) bakda Isya, melakukan diskusi kecil di VIP Room Coffee Three in one (3n1) Jalan T Nyak Makam, Lambhuk. Kegiatan yang difasilitasi oleh Safaruddin , yang juga Wakil Ketua DPRA itu, membahas issu kekinian Abdya, … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Diskusi kecil tokoh lintas angkatan Ikamabdya di Three In One Coffee, Senin (15/05/2020). Foto Nurdinsyam

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Jajaran presidium Ikatan Keluarga Masyarakat Abdya (Ikamabdya) di Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang, Senin (16/05/2020) bakda Isya, melakukan diskusi kecil di VIP Room Coffee Three in one (3n1) Jalan T Nyak Makam, Lambhuk. Kegiatan yang difasilitasi oleh Safaruddin , yang juga Wakil Ketua DPRA itu, membahas issu kekinian Abdya, serta upaya membangun soliditas masyarakat Abdya di Banda Aceh dan sekitarnya.

Turut hadir, Koordinator Presidium Ikamabdya, Maimun Habsyah didampingi beberapa orang anggota presidium serta beberapa orang tokoh muda dari lintas angkatan. Beberapa hal yang mengemuka dalam diskusi ala warung kopi itu, antara lain bagaimana mensupport terwujudnya ketahanan pangan serta pemberdayaan ekonomi bagi warga Abdya yang potensinya sangat besar, baik itu di sektor pertanian, perkebunan dan perikanan.

Safaruddin dalam kesempatan itu kembali mengemukakan komitmennya untuk berkontribusi positif bagi pembangunan Abdya, dengan kapasitas yang ia miliki saat ini. “Jujur saja, saya hadir di Lembaga dewan atas kontribusi konstituen dalam kontestasi politik yang lalu, karenanya saya harus memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap saya,” tutur Safaruddin.

Dalam jangka pendek Safaruddin ingin mengurai secara tuntas tentang problema jembatan Krueng Teukuh yang telah berkalang tahun terhenti. Karena itu adalah jalan yang secara langsung terkait dengan roda ekonomi ribuan orang di sekitar itu, baik para petani sawit, petani sawah atau sekadar nelayan yang ingin melaut.

Selain itu juga menyangkut sengkarut pabrik kelapa sawit (PKS) di Abdya yang hingga kini nyaris jadi besi tua, karena juga terkait dengan kepemilikan antara Pemkab Abdya dengan Pemerintah Aceh. “Kita sudah melakukan pendekatan dan penelusuran dengan Pemerintah Aceh, alhamdulilah sudah ada titik temu. Kini tergantung dengan Pemerintah Abdya, artinya kita menunggu sikap sikap komproimis untuk ini,” tutur Safaruddin.

Baca Juga:  Daniel Abdul Wahab Kembali Bagi Masker untuk Pengawal Ambulans Covid-19

Politisi milenials Gerindra itu dan juga telah didapuk menjadi Dewan Penasehat Ikamandya, berharap agar paguyuban ini semakin solid ke depan. “Bukan hanya sekadar menjadi ajang silaturrahmi, tapi juga siap untuk memberdayakan anggotanya secara ekonomi. Insya Allah kami akan mensupport, jika memang warga Abdya membutuhkannya,” tutur Safaruddin seraya mendeklarasikan membantu untuk terwujudnya secretariat Ikamabdya, hingga roda organisasi bisa berjalan lebih lancar.

Sementara itu Ketua Koordinator Presidium Ikamabdya, Maimun Habsyah ,menyambut baik dan mengucapkan terimakasih atas kesediaan Safaruddin menginisiasi diskusi kecil forum lintas tokoh Abdya itu. “Kami merasa terharu atas atensi luar biasa dari Pak Wakil Ketua (Safaruddi-red), hingga acara ini terlaksana. Semoga ke depannya Ikamabdya makin solid, termasuk saling memberi dukungan untuk menjadi dan memberikan yang terbaik di bidang masing masing,” tutur Maimun Hbasyah.

Sementara Iswandi Razali yang didapuk menjadi host dalam kegiatan yang berlang hingga tengah malam itu, berharap agar pertemuan lintas tokoh Abdya tersebut dapat dilakukan secara rutin. “Kita ingin bersatu dalam satu meja tanpa warna, tanpa tendensi poltik atau apapun, namun semata mata memberi solusi untuk kemaslahatan Abdya ke depan,” kata Iswandi yang merinci soal tanpa warna, dengan tidak melihat latar belakang profesi dan aal usul dalam pertemuan semeja tersebut.

 

Penulis                 : Nurdinsyam

Berita Terkini

Haba Nanggroe