Idul Fitri tak Sampai Letkol Laut Irfan Suri

BANDA ACEH I ACEH HERALD RUMAH di Jalan Rombean Gampong Lamlagang Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh itu tampak sepi. Saat kami mengucapkan salam dan menanyakan pemilik rumah, M Hasan Yacob, terdengar jawaban salam yang ramah dari dua orang wanita, seraya mempersilakan kami masuk. Kami hanya ingin beranjangsana sembari bersilaturrahmi dengan sosok M Hasan Yacob yang juga … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Letkol Laut Irfan Suri

BANDA ACEH I ACEH HERALD

RUMAH di Jalan Rombean Gampong Lamlagang Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh itu tampak sepi. Saat kami mengucapkan salam dan menanyakan pemilik rumah, M Hasan Yacob, terdengar jawaban salam yang ramah dari dua orang wanita, seraya mempersilakan kami masuk.

Kami hanya ingin beranjangsana sembari bersilaturrahmi dengan sosok M Hasan Yacob yang juga mantan kepala SMAN3 Banda Aceh, saat kami masih menuntut ilmu di SMAN 3 pada era awal delapanpuluhan. “Bapak masih di meunasah, mungkin tertahan dengan jamaah yang bertanya seputar adik kami,” kata wanita yang tak lain istri dari Kasrem 011/LW, Letkol CZI M Ridha yang juga abang kandung dari Letkol Laut Irfan Suri, salah seorang yang terdaftar di kabin on board KRI Nanggala 402 yang belakangan dinyatakan tenggelam oleh pihak TNI AL, di perairan Laut Bali.

Dari kursi tamu kami melihat jejeran foto keluarga Bapak M Hasan Yacob, termasuk Letkol Irfan Suri yang merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara. Keluarga itu terhitung sukses, karena selain ada dua orang Pamen TNI, juga ada dokter, pejabat eselon di BPN serta lainnya. “Tampak semuanya bersikap ramah dan humble, namun tetap saja ada gurat kepasrahan akan nasib yan menimpa adik mereka Letkol Irfan Suri.

Dari bincang singkat kami sembari menanti sang guru kembali dari meunasah, sempat terungkap beberapa hal kecil tentang alumni SMAN Modal Bangsa yang tenggelam bersama KRI Nanggala 402 itu. Irfan yang kini bertugas di Mako TNI AL Jakarta kini memiliki tiga orang anak 1 putri dan dua putra. Keluarga kecil itu kabarnya tinggal di bibir Kota Jakarta, tepatnya di Bogor.

Tak ada tanda dan firasat khusus sebelum pamen TNI AL itu berangkat untuk berlayar dengan KRI Nanggala 402. Dengan misi melakukan survei atau meninjau lokasi Latihan TNI AL di Laut Bali. “Seminggu sebelum berangkat atau on board KRI Nanggala 402, ia ada menelepon. Tapi kami hanya bicara biasa ala adik beradik, tak ada yang istimewa,” kata wanita yang juga kakak dari Irfan Suri.

Baca Juga:  Rombongan Santri Raudhatul Quran Digulung Air Bah Brayeun, 1 Selamat 4 Masih Hilang

Diakui, karena telah beberapa kali lebaran tak pulang ke Aceh, lebaran tahun ini, Irfan bersama keluarga kecilnya ingin berlebaran di Aceh. Ia ingin memberikan suasana lain bersama anak istri berlebaran di Tanah Rencong, dengan keluarga besar yang senantiasa penuh kehangatan. “Tiket sudah dibeli, rencana setelah on board dari KRI Nanggala 402 dan kembali ke Jakarta, lalu ke Banda Aceh, berlebaran di sini. Namun kini kondisinya tak bisa dipediksi lagi,” ujar kakak dari Irfan Suri dengan suara sedikit tercekat.

Saat kami sedang berbincang, tampak Letkol CZI M Ridha, baru tiba dari shalat zuhur di Meunasah. “Ayah belum bisa pulang, karena terus ada jamaah yang bertanya seputar adik kami,” kata M Ridha ramah. Hingga kami pamit, mantan guru yang sangat kami hormati itu belum juga pulang. Kami akhirnya beranjak pulang dan hanya menitip salam untuk Pak M Hasan Yacob, sembari mendoakan agar Allah tetap melindungi dan memberikan yang terbaik untuk anak guru kami, Letkol Laut Irfan Suri.

 

Berita Terkini

Haba Nanggroe