Hari Ini Popda Berakhir, Banda Aceh dan Pidie Berburu Status Kampiun, Aceh Besar Membayangi

MEULABOH I ACEH HERALD TAK dapat terelakkan, perburuan status juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah Aceh (Popda) ke-16 di Meulaboh, Aceh Barat, akhirnya berujung hingga detik detik terakhir pelaksanaan kejuaraan olahraga multi event para pelajar se Aceh itu. Hari ini, adalah hari pamungkas yang masih menyisakan beberapa cabang olahraga, seperti pencak silat, hingga karate serta … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Reza Kamilin dan ofiisial tim Banda Aceh

MEULABOH I ACEH HERALD

TAK dapat terelakkan, perburuan status juara umum Pekan Olahraga Pelajar Daerah Aceh (Popda) ke-16 di Meulaboh, Aceh Barat, akhirnya berujung hingga detik detik terakhir pelaksanaan kejuaraan olahraga multi event para pelajar se Aceh itu. Hari ini, adalah hari pamungkas yang masih menyisakan beberapa cabang olahraga, seperti pencak silat, hingga karate serta laga puncak terakhir, final sepakbola yang mempertemukan dua saudara kandung, Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Perburuan status kampiun yang paling alot adalah antara Kontingen Kota Gemilang Banda Aceh dengan Kabupaten Pidie. Kedua kubu itu sampai pagi ini, sama sama meraup 15 medali mas. Namun Banda Aceh tetap memimpin klasemen karena memiliki akumulasi medali perak dan perunggu yang jauh meninggalkan Pidie.

Sementara Kontingen Aceh Besar yang Jumat (24/06/2022) puasa medali, terpaku di posisi ke tiga dengan perolehan medali emas 11 keping. Aceh Besar setidaknya butuh empat keping medali dan Banda Aceh serta Pidie terpaku di angka 15 medali emas. Aceh Besar sendiri masih menyisakan asa di cabang pencak silat dengan tiga finalis, setelah tadi malam menambah satu medali melalui cabang taekwondo, seperti diakui oleh Ketua Kontingen Aceh Besar, Abdullh SSos, pagi ini.. Aceh Besar sendiri masih menyisakan peluang di cabang Silat dan Tennis Meja.

Peluang yang paling besar kini digenggam anak anak ibukota propinsi Aceh, Banda Aceh. Setidaknya pasukan dari Aminullah Usman itu menyisakan tiga finalis di cabang pencak silat, serta cabang karate. Kontingen Banda Aceh justru harus mewaspadai pasukan Abusyik (Roni Ahmad) Pidie yng juga nyaris punya peluang sama dengan Banda Aceh. Hanya saja, dengan perolehan tambahan medali emas yang sama, anak anak Kota Gemilang sudah bisa menyegel status juara umum, sekaligus memungkasi dominasi Aceh Besar dalam dua kali Popda terakhir.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Gagal ke Piala Asia U-23

Seperti dilaporkan Ketua Kontingen Popda Banda Aceh, Reza Kamilin yang juga Plt Kadispora Banda Aceh yang didampingi Humas Kontingen Banda Aceh, Jal Meukek, Sabtu (25/06/2022) pagi ini, jumlah medali Banda Aceh saat ini mencapai 53 keping dengan rincian, 15 emas, 20 perak dan 18 Perunggu. “Alhamdulillah, kemarin (Jumat, 24/6/2022) kita sukses menambah 7 medali emas, yakni dari panahan 2 medali emas, tenis lapangan 2 emas, taekwondo 1 emas dan karate 2 emas,” ungkap Reza Kamilin setelah mengelilingi ke berbagai venue POPDA.

Meski sama dengan perolehan emas Kontingen Pidie yang juga meraih 15 emas, namun Banda Aceh unggul jauh dari sisi perolehan perak dan perunggu. Dengan begitu Pidie sementara menguntit di posisi kedua perolehan medali. Sementara Aceh Besar dan tuan rumah Aceh Barat di posisi 3 dan 4.

Di cabor silat yang digelar di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) hari ini, Banda Aceh, Pidie dan Aceh Besar sama sama menempatkan 3 atlet ke final. Sedangkan di cabor Karate yang digelar di lokasi yang sama, Banda Aceh dan Pidie sama-sama menyisakan 3 wakil di final. “Jadi juara umum baru bisa ditentukan hari ini setelah semua pertandingan selesai digelar,” kata Reza Kamilin.

Reza Kamilin berharap doa dan dukungan dari masyarakat Kota Banda Aceh agar atlet-atlet yang bertanding hari terakhir bisa menampilkan peforma terbaik dan meraih hasil terbaik pula. “InshaAllah, jika hari ini kita sukses menambah medali di silat dan karate maka sangat besar peluang kita meraih juara umum. Mari sama-sama kita berikan dukungan dan berdoa agar bisa meraih yang terbaik,” harap Reza Kamilin.

Berita Terkini

Haba Nanggroe