JANGAN ragukan kedekatan seorang Mayjen TNI (Purn) Teuku Abdul Hafil Fuddin SH SIP MH dengan dunia pesantren (dayah) serta kekentalan syiar Islam. Tahun 2018 saat menjabat sebagai Pangdan Iskandar Muda (IM) ia menggagas sebuah program dengan nama Manunggal Subuh. Jendral TNI AD bintang dua kala itu, mengajak semua perwira utama di Makodam IM untuk bersafari dari masjid ke masjid melaksanakan subuh berjamaah.
Hafil merasakan kedekatan hati nurani bersama warga akar rumput, dengan posisi setara di depan Sang Khalik, ketika bersama mengangkat takbir mengagungkan Ilahi. Saat subuh yang bening sejenak turunnya embun pagi memeluk bumi. Tak ada rasa berbeda antara seorang jenderal bintang dua kala itu dengan jamaah lainnya, ketika secara total menyerahkan diri dan bersujud ke hadhirat Allah.

Semua itu dilakoni Hafil sejak lama, termasuk saat ia memegang tongkat komando tertinggi di Kodam IM. Sesekali ia melaksanakan subuh di Masjid Tuha Indrapuri sembari menangguk informasi seputar keluhan rakyat, sambil tertawa lepas dengan warga gampong di emperan masjid yang menjadi benteng kala perang dengan Belanda itu.
Kali lain, Hafil melakoni Jumat berjamaah dengan para santri seperti di Dayah Ulee Titi Kecamatan Inginjaya, Aceh Besar. Hafil disambut dengan tangan terbuka, oleh Pemimpin Dayah Ulee Titi, Abu Athaillah Ishak Al Amiry atau dikenal Abu Uleetiti, seorang ulama kharismatik Aceh Besar.

Hingga kini saat menjalani masa purna tugas di Banda Aceh, mantan pejabat utama di Kemenkopolhukam, Kemenhan RI serta Tenaga Ahli Lemhanas RI itu, tetap melakoni safari subuhnya dari masjid ke masjid. Kedekatannya dengan ulama dayah tetap berlanjut.
Pernah ia didapuk memberi sambutan di depan Abuya Amran Wali, saat Rateb Siribee di Dayah Abu Syukri yang akrab disapa Abu Pango. Pekan lalu, atau Kamis (25/01/2024) pagi, sejenak mendengar musibah amuk api yang melanda Dayah Babul Maghfirah yang dipimpin Ustadz Masrul Aidi, Hafil langsung meninggalkan rapat yang dipimpinnya dan bergerak ke Babul Maghfirah. Ia masih sempat melihat asap dari pendinginan lokasi yang dilakukan oleh tim Damkar.
Nyaris dua jam Hafil di lokasi musibah dan berbincang dengan Ustadz Masrul Aidi sembari menyerahkan sedikit tanda empati. “Saya pikir kita semua harus pro aktif untuk ikut memulihkan situasi dayah yang butuh perhatian pasca terbakar, karena ini menyangkut nasib pendidikan para santri,” kata Hafil kala itu.
Di lokasi musibah, Hafil juga berbicara banyak dengan sesepuh Dayah Babul Maghfirah, Abu Madinah atau Teungku Muhammad Ismi LC MA yang terlihat respek dengan kunjungan cepat mantan Pangdam IM yang juga putra Aceh Selatan Raya itu.
Bagi Hafil, rangkaian kedekatan tersebut bukanlah karena kepentingan temporer, karena itu dilakukan sejak lama dan menjadi sebuah pengayaan bathin yang tak ternilai. “Ada nuansa sejuk yang tak terlukiskan. Ada suasana teduh yang tak terjabarkan dengan kata, saat kita dekat dengan para ulama yang menjadi suluh umat,” tutur Hafil yang kini tercatat sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil 1 Aceh, nomor urut 1 dari Partai Perindo itu.

Karena kedekatan nurani itu pula, Senin (29/01/2024) menjelang siang, Hafil secara diam diam mengunjungi Ruang Zamzam 1 kamar nomor 1 untuk membezuk salah seorang ulama kharismatik Aceh Besar, Tgk H Husaini A Wahab yang lazim disapa Waled Seulimuem. Pemimpin Dayah Ruhul Fatayat Seulimuem itu dirawat di RSUDZA, Banda Aceh sejenak dirujuk dari RS Harapan Bunda.
Kedatangan Hafil disambut oleh Umi atau isteri Waled. Mantan Wabup Aceh Besar itu didiagnosa mengalami komplikasi.
Hafil dan Wakil Bupati Aceh Besar periode 2017-2022 tersebut, sempat terlihat berbincang ringan sejenak, sembari saling mendoakan dalam ridha Allah. “Kita doakan Waled segera pulih dan kembali ke dayah untuk membina ribuan santrinya,” kata Hafil singkat kepada awak media, sejenak meninggalkan rumah sakit.
Bagi pria yan sering disapa ‘jenderal’ oleh koleganya itu, kedekatan dengan ulama dan pemimpindayah adalah sebuah kewajiban, dan itu tidak hanya kala sehat namun juga kala Sang Pelita Ummat itu dalam kondisi sakit. Karena suluh ummat tersebut tak pernah padam ditelan masa.




















