
BANDA ACEH | ACEH HERALD–
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengunjungi Aceh Festival Ramadhan 2021 yang dipusatkan di Taman Budaya Aceh di Banda Aceh, Sabtu (1/5/2021) malam.
Saat tiba di lokasi, Nova iriansyah yang didampingi istri, Ny Dyah Erti Idawati dan Wakil Wakil Ketua DPR Aceh, Hendra Budian langsung berkeliling mengunjungi setiap stand yang ada pada acara tersebut, untuk melihat setiap produk yang dijual oleh pelaku UMKM Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Aceh mengingatkan para pelaku usaha itu untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam menjalankan aktivitasnya.
“Kita berharap melalui acara yang digelar pemerintah ini dapat membangkitkan ekonomi UMKM, namun begitu protokol kesehatan tidak boleh diabaikan, karena Covid-19 masih ada,” ujar Nova.
Acara yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh itu telah berlangsung selama sepekan dan akan berakhir Minggu (2/5/2021). Aceh Festival Ramadan itu digelar juga dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Para pengunjung diwajibkan mencuci tangan sebelum memasuki area festival dan harus melewati pemeriksaan suhu tubuh. Selain itu handsanitizer juga disediakan di setiap meja yang diperuntukkan bagi pengunjung.
Festival Ramadhan 2021 selain mempromosikan Aceh terutama di bulan Ramadhan sekaligus juga digelar untuk memberikan edukasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainable) bagi masyarakat yang menyaksikan penyelenggaraan event di era pandemi covid itu.
Gubernur berharap kegiatan tersebut dapat membangkitkan kembali perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dengan menerapkan pola kebiasaan baru bagi masyarakat dalam bekerja dan berkarya.
Sehelumnya Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Jamaluddin menyebutkan festival Ramadhan yang telah menjadi agenda tahunan Disbudpar Aceh diharapkan bisa ikut mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, terutama mereka yang bergerak di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Rencong.
Menurut Jamaluddin, selain untuk pemulihan ekonomi masyarakat, juga yang terpenting adalah promosi wisata, terutama souvenir dan kuliner Aceh tetap harus terus bergeliat, meski di tengah pandemi Covid-19.




















