
BANDA ACEH | ACEH HERALD-
Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondani, Minggu (2/5/21) mengatakan masyarakat yang bepergian keluar kota menggunakan angkutan umum akan dilakukan tes antigen secara gratis dan pengecekannya dilakukan secara random.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, nanti tes antigen karena akan diberikan secara gratis,” terang Dirlantas.
Dikatakan, tim dari Ditlantas Polda Aceh dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Aceh akan meninjau langsung cek antigen di terminal Luengbata, Banda Aceh, salah satu terminal L-300 yang melayani trayek antarkota/kabupaten dalam Provinsi Aceh.
“Pengecekan antigen gratis akan dilakukan secara acak sesuai kondisi daerah yang paling rawan penyebaran Virus Covid 19,” ucap Pamen Polri tersebut.

“Jadi masyarakat tetap bisa melakukan perjalanan antar Kabupaten dalam provinsi Aceh, namun harus tetap melaksanakan protokol kesehatan,” Dicky Sondani mengingatkan.
DPRA Pertanyakan Satgas Covid-19
Sementara itu secara terpisah Ketua Komisi V DPR Aceh, M Rizal Falevi Kirani mempertanyakan eksistensi Satgas Covid-19 Pemerintah Aceh. “Apakah Satgas tugasnya hanya sekedar buat pengumuman jumlah kasus?”
Pertanyaan Fahlevi ini muncul menyangkut adanya kebijakan yang disampaikan Dirlantas Polda Aceh, dimana penumpang angkutan umum maupun mobil pribadi yang melakukan perjalanan antar kabupaten/kota di Aceh mulai 3 Mei hingga 17 Mei mendatang harus membawa Surat Keterangan Tes Antigen.
“Kenapa bisa ada kebijakan menyangkut penanggulangan Covid-19 keluar sepihak dari Ditlantas Polda Aceh. Hal ini menunjukkan Satgas Covid-19 Aceh selama ini tidak pernah berfungsi secara maksimal,” kata Fahlevi kepada wartawan, Minggu (2/5/2021).
Menurutnya, setiap kebijakan yang dikeluarkan harusnya berdasarkan hasil kesepakatan kolektif semua stakeholder yang terlibat penanggulangan Covid-19.
“Karena itu kami minta Gubernur Aceh untuk mengevaluasi kinerja tim Satgas,”ujar Fahlevi.
untuk itu, Ketua Komisi V DPRA mendorong Pemerintah Aceh segera menggelar rapat koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat. “Ini penting agar semua kebijakan yang diambil dan disepakati bisa keluar satu pintu,” kata politisi asal pemilihan Pidie-Pidie Jaya.




