
ACEHHERALD.com – Saatnya kaum ibu untuk mnghimpun bumbu utama di dapur, yaitu cabai. Kondisi itu didukung oleh harga komoditi cabai yang kini sedang anjlok. “Cabai tak ‘pedas’ lagi, harganya turun drastis,” ujar Ramli, seorang pedagang bumbu dapur, di Pasar Peunayong, Jumat (29/11/09) jelang siang tadi.
Menurut Ramli, dalam sepekan terakhir harga cabai benar benar melorot. Padahal harga bumbu dapur itu pernah mencapai Rp 150.000 per kilogram, pada saat saat tertentu, seperti hari makmeugang atau hari hari kala Ramadhan.
Menurut pantauan Acehherald.com, di Pasar Peunayong, harga 1 kilogram cabai hijau hanya Rp 18.000, sedangkan cabai merah Rp 20.000. Sementara cabai rawit juga hanya Rp 20.000 per kilogram.
Penurunan harga cabai itu disambut gembira oleh para kaum ibu. Tampak banyak kaum ibu yang membeli cabai secara borongan, karena saat ini juga sedang musim Khanduri molod atau maulid. “Alhamdulillah, harga cabai sangat bersahabat. Kami memboorng sedikit banyak, karena ini juga musim kenduri dan resepsi. Selain itu juga bisa dikeringkan untuk jadi cabai keroiting serta bumbuk tumbuk,” tutur Roslin, seorang ibu di Sukadmai.
Cabai untuk pasar Banda Aceh dan sekitarya dipasok dari Blangkerejen dan Bener Meriah. Selain itu juga ada tyang dari Aceh Besar dan sekitarnya.
Penulis : Nurdimsyam
Editor : Nurdinsyam



















