Bupati Syech Muharam Gagas Beut Kecamatan

“Ada hal hal yang kita anggap wajar wajar saja, namun tak dibenarkan dalam agama, pemahaman ini yang harus didalami hingga tak terjebak dengan tindakan maksiat rutin dan dosa berkepanjangan,” kata Syech Muharram.
Syech Muharam, ,e,berikan sambutan di peringatan maulid Balee Beut Meuligoe Buopati Aceh Besar. Foto MC Aceh Besar.
Tgk Zulbahri saat memberikan tausiyah.

Iklan Baris

Lensa Warga

KOTA JANTHO I ACEHHERALD.com – Bupati Aceh Besar Muharam Idris atau lazim disapa Syech Muharam menggagas program kajian rutin keagamaan di setiap kantor camat dalam wilayah Aceh Besar. Kajian itu bertujuan untuk memberi pemahaman agama secara benar kepada pemimpin gampong dan level kecamatan, hingga tak terjebak dengan maksiat berkelanjutan. “Ada hal hal yang kita anggap wajar wajar saja, namun tak dibenarkan dalam agama, pemahaman ini yang harus didalami hingga tak terjebak dengan tindakan maksiat rutin dan dosa berkepanjangan,” kata Syech Muharram.

Bupati Aceh Besar itu mengungkapkan hal tersebut, Kamis (02/10/2025) tadi malam, dalam sambutannya pada acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan Jamaah Pengajian Rutin Halaqah malam Jumat Balee Beut Meuligoe Bupati Aceh Besar. Menurut Muharam, kajian rutin itu berlangsung dua kali sebulan di Kantor Camat dengan pemateri yang ditentukan oleh pihak kecamatan.

Peserta dari kajian rutin kecamatan itu adalah jajaran Imum Mukim, Keuchik dan aparatur gampong serta juga imum masjid dan teungku meunasah dalam wilayah kecamatan setempat. “Kita ingin agar ada keseragaman dalam memahami dan menjalankan anjuran dan larangan Allah dan Rasul, hingga terhindar dari dosa berkepanjangan,” ujar Muharam.

Muharam memberi contoh tentang tradisi lokal di Aceh tentang ‘gala menggala’ atau penguasaan tanah sebagai agunan dari pinjaman dari seseorang. “Seharusnya hasil dari tanah itu ada hak pemilik tanah, namun kini rata rata ditiadakan, ini kan sebuah dosa atau maksiat berkepanjangan, karena masyarakat tak tahu dengan fenomena itu secara syar’I hiongga menganggap itu sebuah kebenaran. Pengajian rutin inilah sebagai upaya meletakkan semuanya secara proporsional dalam konsep agamis,” tandas Muharram.

Dari kiri ke kanan, Wabup Syukri A Jalil, pengasuh balee beut Abah Junaidi, Teungku Zulbahri, Bupati Syech Muharam dan inisiator Balee Beut Meuligoe Muhammad Iswanto. Foto MC Aceh Besar.

Mantan Panglima GAM Wilayah Aceh Rayeuk itu juga menambahkan, Pemkab Aceh Besar juga telah mewajibkan beut rutin di sekolah pada jam pertama. Nantinya di tahun 2026 semua sekolah terutama SMP di Aceh Besar memulai proses belajar dengan mengaji di jam pertama. Tenaga pengajar berikut biaya untuk itu ditanggung oleh Pemkab. “Kita ingin masukkan dayah ke sekolah umum, hingga muatan agamis berimbang dengan kurikulum umum yang diterima oleh siswa dan pelajar di Aceh Besar, khususnya sekolah yang di bawah kewenangan Pemkab, mulai dari PAUD hingga SMP sederajat,” tutur Syech Muharam.

Baca Juga:  Action Mobile Bank Aceh Capai Setengah Juta Pengguna

Pada bagian lain, Bupati Muharam secara khusus, mengapresiasi dan berterimakasih atas konsistensi jamaah Balee  Beut Meuligoe Bupati yang terus meramaikan halaqah malam jumat. “Ke depan saya harap semua pimpinan OPD yang bermukim di Kota Jantho untuk meramaikan pengajian Balee Beut Meuligoe Bupati yang diadakan setiap malam jumat ini,” ujar Muharam yang tercatat sebagai saklah seorang jamaah tetap Halaqah Balee Beut Meuligoe sekaligus sebagai tuan rumah itu.

Teungku Zulbahri saat memberikan tausiyah. Foto MC Aceh Besar.

Diimbau Jangan Kikir dan tetap Bersabar

Sementara itu Tgk Zulbahri pengasuh Pesantren Mahadal Fata, Lhoong Aceh Besar, sebagai pemberi tausiyah Maulid meminta jamaah untuk terus meningkatkan pengamalan ketauladanan dari Rasulullah, dengan mengamalkan setiap sifat Nabi Muhammad SAW. “Dua sifat nabi yang harus kita tauladani adalah senantiasa sabar dan tak boleh kikir.dalam berumah tangga, karena itu adalah kunci dalam mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Teungku Zulbahri juga menyinggung tentang pentingnya menuntut ilmu agama dengan menghadiri pengajian seperti pengajian halaqah malam Jumat di Balee Beut Meuligoe Bupati Aceh Besar. “Ingat mereka yang ikut pengajian adalah benteng agama di masa depan, dan usia tak membatasi seseorang untuk menuntut ilmu agama. “Tamanfaatkan balee nyoe (Mari kita manfaatkan balai pen gajian ini) untuk memakmurkan kajian agama dan jangan sesekali juga kikir untuk menuntut ilmu agama,” kata Teungku Zulbahri yang menyelipkan guyon guyon segar dan bernas dalam tausiyahnya, hingga membuat tiga ratusan jamaah tak bergeser dari lokasi walau tausiyah berlangsung nyaris dua jam.

Pemberian santunan yatim oleh Bupati, Wabup dan Sekda Aceh Besar serta pengasuh Balee Beut Meuligoe, Tgk Junaidi Nasruddin. Foto Mc Aceh Besar.

Santunan Yatim

Sementara Pengasuh Balee Beut Meuligoe, Tgk Junaidi Nasruddin yang akrab disapa Abah Junaidi didampingi Ketua Balee Beut Meuligoe Bupati, Drs Bahrul Jamil SSos MSi yang juga Sekda Aceh Besar secara terpisah mengatakan, kegiatan pengajian di Balee Beut telah berlangsung selama tiga tahun, setelah diinisiasi oleh Pj Bupati Aceh Besar saat itu, Muhammad Iswanto SSTP MM.

Baca Juga:  Usai Bertemu Abuya Amran dan Jamaah MPPTI, Mahfud Berikan Surat Pengunduran Diri ke Presiden  

Kegiatan itu dimulai dengan merenovasi balee yang telah lama ditelantarkan. Khusu kegiatan maulid adalah rutin dilaksanakan setiap tahun. Untuk Maulid tahun ini, dilakukan santunan yatim sebanyak 80 orang, yang berasal dari Kota Jantho dan sekitarnya, dengan dana santunan dari jamaah Balee Beut Meuligoe. Selain itu juga dilakukan khanduri molod yang diikuti para jamaah dan anak yatim serta piatu.

Khanduri molod yang berlanjut dengan tausiyah bakda shalat Isya itu dihadiri Bupati Muharam Idris, Wakil Bupati Syukri A Jalil, inisiator Balee Beut Muhammad Iswanto, jajaran OPD serta jamaah rutin yang berjumlah tiga ratusan orang. Para jamaah itu berdatangan dari seputaran Kota Jantho hingga Seulimuem, Aceh Besar.

Kata Kunci (Tags):
balee beut, abah junaidi, teungku zulbahri, syech muharam, muhammad iswanto, maulid nabi

Berita Terkini

Haba Nanggroe