SINABANG I ACEHHERALD.com – Bupati Simeulue Kombes Pol (Purn) Mohammad Nasron Mikaris SH MH (Monas), secara resmi membuka ajang Kualifikasi PORA atau Pra PORA Cabor Karate di Gedung Serbaguna Sinabang, Rabu (26/11/2025) tadi siang. “Selamat datang di Bumi Ate Fulawan (hati seperti emas) Simeulue, bertandinglah dengan gagah dan menjunjung sportivitas layaknya sumpah karate,” kata mantan Pamen Polisi yang juga pwernah menekuni bela diri karate itu.
Bupati Monas mengatakan, selaku tuan rumah, ia telah memerintahkan jajarannya, termasuk KONI Simeulue untuk memberikan yang terbaik bagi para kontingen Pra PORA karate yang datang ke Simeuklue. “Kita menyiapkan tim medis hingga tukang urut, serta supporting lainnya, dengan harapan acara ini sukses. Dan tentu saja tanpa insiden, dan mengedepankan spirit fair play,” kata Monas.
Ditambahkan, seorang karateka dituntut sanggup memelihara kejujuran dan kepribadian serta memiliki kesetiaan. Konsep itu diterapkan secara berkelanjutan dengan pematangan sesuai tingkat yang ditempuh oleh seseorang yang menekuni olahraga karate. “Saya tahu betul, setiap atlet tentu menginginkan untuk sampai ke PORA Calang 2026, namun tetap saja harus menempuh dengan semangat kejujuran dan sportifitas, hingga tak ada yang merasa dirugikan,” demikian Bupati Monas.
Ketua Panitia Lokal, Suhelmi SP yang juga Kadispora Simeulue melaporkan, sebenarnya yang mendaftar ada 19 Pengcab Forki di Aceh, hanya saja dua kontingen gagal berangkat karena cuaca buruk di lautan. Bahkan mereka sempat berlayar enam jam dengan KMP Tanjung Sinabang dari Singkil, namun akhirnya kembali ke Singkil, karena cuaca buruk. Dua pengcab yang gagal berangkat itu adalah Aceh Singkil dan Kota Langsa.
Ironisnya, Kontingen Kota Langsa yang balik kanan, justru terjebak banjir saat kembali ke Langsa. Sedangkan tiga Pengcab yang tak ikut Pra PORA Karate adalah, Aceh Utara, Subulussalam dan Gayo Lues. Umumnya, mereka tak ikut karena terjebak kisruh internal.
Suhelmi melaporkan, secara keseluruhan jumlah peserta Pra PORA itu mencapai 275 orang, yang terdiri atas atlet, pelatih dan ofisial. Sebelumnya Simeulue telah menjadi tuann rumah Pra PORA Dayung, dan Simeulue sukses meraih 29 tiket PORA di Dayung.
Setelah karate saat ini, terhitung tanggal 30 Nopember 2025 Simeulue kembali jadi tuan rumah untuk Pra PORA Silat.
Sementara itu Mayor CPM Suryanata yang mewakili Ketua Pengprov Forki Aceh, Sulaiman SE mengatakan, total kab/kota yang ikut 17 Kabupaten, jumklah total atlet yang bertanding sebanyak 192 atlet, dengan rincian Atlet Kumite 170 orang dan Atlet Kata 42 orang/14 tim 4.
Adapun jumlah kelas tanding yang dipertandingkan adalah adalah 17 kelas, dengan rincian 13 kelas Kumite dan 4 Kelas Kata Putra dan Putri 5. Semua kelas yang dipertandingkan pada Pra PORA IV/2025 akan dipertandingkan di PORA Aceh Jaya 2026 dan akan ditambahkan kelas Kumite Beregu saat PORA 2026.
Hasil Pra PORA ini akan diambil 7 peringkat untuk lolos ke PORA 2026, sehingga di PORA 2026 setiap kelas akan berisi delapan orang, sebaba tuan rumah lolos otomatis. “Saya meminta wasit yang bertugas untuk bekerja dengan baik, sehingga keputusan yang dirasakan benar benar adil serta diterima semua pihak,” pungkas Suryanata yang putra dan putrinya juga atlet karate.
Emas Kata Perorangan
Sementara itu, Ketua Komisi Pertandingan, Abzari Jafar secara terpisah mengatakan, salah seorang wasit dari Langsa, Johansen juga gagal menuju Simuleu karena factor cuaca. Belakangan Johansen zsempat dilarikan ke UGD Rumah Sakit Singkil karena gangguan kesehatan. “Kini ia telah kembali ke Langsa,” kata Abzari.
Ditambaghkan, hingga petang tadi, baru terselesaikan satu nomor yaitu nonmior kata pwerorangan pria. Melalui persaingan yang ketat, dua karateka melaju ke final, yaitu M Tawakkal dari Nagan Raya serta Furqan Faturrahman Arao dari Forki Banda Aceh. Keduanya tampil dengan power penuh saat di final, namun Furqan yang lebih variative akhirnya memenangkan babak final nomor perdana tersebut. “Alhamdulillah, semua kontingen mematuhi ketentuan panitia sesuai dengan hasil technical meeting. Mudah mudahan suiasana kondusiv ini bertahan hingga Pra PORA ini tuntas,” kata Abzari yang juga Dosen UIN Ar Raniry itu.




