Produksi Capai 10,5 Ton per-Hektare

MEUREUDU/ACEHHERALD
BUPATI dan Wabup Pidie Jaya (H Aiyub Abbas) dan H Said Mulyadi, melakukan panen perdana jagung yang dibudidayakan petani Bandardua, Pidie Jaya, pada musim tanam gadu (MTG) 2020. Kedua figur puncak di Pijay itu sepakat untuk mengembangkan jagung itu dalam area yang lebih luas di tahun mendatang. Pasangan kepala daerah yang akrab disapa Abuwa dan Waled itu berjanji akan mendukung budidaya jagung dimaksud.
Dalam panen yang dilakukan secara ubinan itu, produksi rata-rata mencapai 10,5 ton per-hektare. Dan ini menjadi konsideran bagi Abuwa/Waled untuk mengembangkan komoditit jagung secara lebih masiv, karena didukung oleh potensi ekonomi yang juga tinggi.
Acara panen perdana jagung hibrida dilaksanakan pada hamparan tanam di Gampong Jeulanga Barat-Ulee Gle, Rabu (12/8/2020). Panen dilakukan Bupati Pijay, H Aiyub Abbas bersama Wabup, H Said Mulyadi SE, MSi, Kadistanpang, drh Muzakkir Muhammad, camat Bandardua serta anggota muspika setempat.
Bupati Aiyub Abbas dalam sambutannya usai memanen jagung secara bersama-sama antara lain mengatakan, bahwa Pemkab Pijay memberi apresiasi disertai penghargaan yang tinggi kepada Kadistanpang dan staf atas kinerja yang begitu gigih dalam upaya peningkatan produksi pangan khususnya padi dan jagung. Pemandangan yang sangat kentara, lanjut Aiyub, adalah dalam dua tahun terakhir. “Amatan saya, Bandardua dan Bandarbaru adalah “hutannya” jagung,” imbuh bupati lega.
Di hadapan puluhan petani Jeulanga Barat dan sekitarnya, Bupati Pidie Jaya menyebutkan bahwa pemkab setempat memberi perhatian serius terhadap sektor pertanian pangan. Setiap tahun melalui dana APBK terus membantu petani. Seperti halnya biaya olah tanah dan pupuk yang telah diluncurkan beberapa tahun lalu. Sementara untuk komoditi jagung juga sudah pernah dibantu termasuk TA 2020.
Seperti pada janji beliau, setelah pada priode pertama berhasil membangun insprastruktur (jalan dan jembatan) di semua kecamatan, kini ia memulai dengan peningkatan ekonomi bagi masyarakat. Budidaya jagung setelah panen padi juga salah satu upaya peningkatan ekonomi. Ia juga berharap, dari usaha yang satu ini akan menguntungkan peternak karena ketersediaan pakan yang memadai. Petani diminta jangan ragu, pada gadu mendatang, pemkab juga akan membantu benih, janji Bupati Aiyub.
Sementara Kadistanpang Pijay, drh Muzakkir Muhammad, dalam laporannya mengatakan, bahwa dari target areal pengembangan jagung TA 2020 ini seluas 1.700 hektare, ternyata realisasinya hampir mencapai 1.800 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan. Tercatat, Bandardua dan Bandarbaru adalah yang terluas. Kecamatan lain meliputi, Ulim, Meurahdua, Trienggadeng dan Panteraja.
Dari total luas tanam, sebagian benih adalah bantuan pemerintah. Benih yang dibantu pun berproduksi tinggi yaitu varietas hibrida jenis Pioner 32. Ditambahkan Muzakkir, bahwa dibandingkan padi, budidaya jagung lebih menguntungkan. Sebagai gambaran, untuk luas tanam satu hektare menghabiskan modal sekitar Rp 5 juta. Sementara pendapatan mencapai Rp 30 juta. Itu artinya petani mendapat keuntungan selama empat bulan dalam berusaha sekitar Rp 25 juta atau rata-rata Rp 6 juta per-bulan.
PENULIS : ABDULLAG GANI (PIDIE JAYA)



















