Barisan Dayah Siap Turun Gunung untuk Musannif-Sanusi

kepemimpinan yang dimaksud adalah kepimpinan yang saling berbagi tugas, dan saling melengkapi peran. Artinya tidak ada lagi wakil yang hanya dianggap Ban Serap.
Orasi Politik Musannif. Foto: Andika

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH | ACEHHERALD.Com – Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar, nomor urut 4, Tgk. H. Musannif dan Sanusi Hasyim menyatakan komitmennya akan menjalankan kepemimpinan Dwi tunggal.

Menurutnya, kepemimpinan yang dimaksud adalah kepimpinan yang saling berbagi tugas, dan saling melengkapi peran. Artinya tidak ada lagi wakil yang hanya dianggap Ban Serap.

“Jika Allah menghendaki, kita ingin kepemimpinan di Aceh Besar nanti adalah kepemimpinan Dwi Tunggal, artinya kita ingin Bupati dan Wakil Bupati saling mengisi peran, dan Wakil Bupati bukan hanya sebagai Ban Serap”, katanya saat Peusijuk dan Pengukuhan Tim Pemenangan Musannif bersama Sanusi, Selasa (24/9/2024).

Musannif menegaskan, “jika Allah mengizinkan kita akan melakukan perubahan dari berbagai sektor, terutama di sektor pembangunan yang merata agar masyarakat Makmur. Bagaimana kita bisa menegakkan Syariat Islam jika perut orang kosong.”

Hasil pengundian di KIP Aceh Besar, kemarin sebagian orang mungkin kecewa atas nomor empat ini, tapi pihaknya justru bersyukur atas nomor empat ini, sebab ternyata nomor empat ini memiliki arti yang sangat bagus, sambungnya.

Ia melanjutkan, nomor empat ini adalah karakter Nabi, dimana Nabi dikaruniai empat sifat, yakni Sidik, Amanah, Fatanah, dan Tabligh. Memang semua orang berharap nomor satu, tapi yang diharapkan adalah juara satu, bukan nomor urut satu, ujarnya.

Musannif menceritakan, dalam beberapa kali  menghadiri podcast, sering sekali pihaknya menerapkan kepemimpinan Aceh Besar ala Rasulullah. Mungkin karena itu, Allah beri nomor 4, karena sifat nabi ada empat dan kebetulan juga saat ini sedang di bulan kelahiran nabi.

Musannif kembali mengingatkan, nomor itu milik Allah dan berapa pun nomornya Insyaallah akan tetap mensyukurinya. Maka jangan ada lagi yang merasa kecewa dengan nomor tersebut, sebab yang memberi kemenangan bukan karena nomor tapi kemenangan itu atas izin Allah.

Baca Juga:  Tokoh Lintas Komunitas Aceh Besar Jalin Silaturrahmi di Pantai Ritieng Leupung, Disertai Santunan Anak Yatim

Musannif juga menceritakan, kenapa meminta Sanusi untuk pulang dari Jakarta, karena Ia memiliki cita-cita dan frekuensi yang sama. Apalagi, APBK murni Aceh Besar sangat kecil, maka dengan adanya kehadiran Sanusi akan membuka jalan dan pintu masuk peluang untuk pembangunan Aceh Besar.

“Kita maju bukan untuk kepentingan pribadi, sebab kita sendiri sudah cukup. Sesungguhnya yang kita inginkan adalah kemaslahatan dan kesejahteraan untuk masyarakat Aceh Besar,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Pemenangan, Syukri Rahmat mengungkapkan rasa optimisnya. Ia optimis raih kemenangan, karena mesin yang ada ternyata bukan mesin biasa, tapi mesin turbo. Sebab tim ini diperkuat para Ulama dan Santri Dayah, dan banyak tokoh-tokoh hari ini berdiri dibarisan ini.

Syukri berharap, tim ini akan bekerja maksimal dan efektif, karena sisa waktu tinggal 60 hari lagi, jadi tim harus yakin dan optimis. Sebab, yang didukung adalah sosok yang bisa mengantarkan harapan dan kebaikan untuk Aceh Besar.

“Malu kita dengan kekuatan yang dahsyat ini, bila kita tidak menang juga. InshaAllah kita semua sama rata, sama rasa,” pungkasnya.

Laporan: Andika Ichsan

Kata Kunci (Tags):
Musannif-Sanusi, paslon Musannif-Sanusi, cabup dan cawabup aceh besar, dukungan santri dan dayah,

Berita Terkini

Haba Nanggroe