BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Sebagai kota yang terus berkembang dan kembali fokus untuk menjadi kota dagang, Banda Aceh butuh geliat ekonomi yang mumpuni. Dan itu sangat ditentukan dengan warga yang juga punya daya geliat ekonomi kerakyatan yang kuat. Menjawab fenomena tersebut, H Aminullah Usman SE,Ak MM, sebagai salah seorang kandidat Walikota Banda Aceh yang berpasagan dengan Isnaini Husda mempunyai misi utama menghidupkan ekonomi kerakyatan jika diberi amanah untuk memimpin Kota Banda Aceh selama lima tahun ke depan.
Hal itu diungkapkan Aminullah, Selasa (15/10/2024), dalam sebuah kesempatan temu media terbatas, di Join Kupi, kawasan Punge Blangcut, Banda Aceh. Menurut Aminullah, pemberdayaan ekonomi kerakyatan itu dirasa makin krusial, karena bukan hanya untuk menjawab tantangan secara ekonomi, namun lebih jauh dari itu juga untuk menjawab tantangan formasi kerja bagi kaum muda yang makin sulit untuk mendapatkan job. “Kita ingin ubah mind set anak muda saat ini, agar tak lagi fokus untuk menjadi ASN yang peluangnya sangat sangat kecil, namun menjadi figur yang mandiri dengan menggerakkan roda ekonomi sendiri. Istilahnya kita ingin bangkitkan spirit enterprenuership pada kaum muda dan perempuan di Banda Aceh,” kata Aminullah, dalam kesempatan makan siang bersama awak media dengan gulai khas wilayah barat Aceh Besar, Kuah Beulangong batang pisang.
Menurut Aminullah, dalam skala yang lebih fokus, selama lima tahun ke depan, ia akan memberdayakan kelompok muda dan perempuan. Khusus kaum perempuan, bukan hanya dari sisi ekonomi, namun juga berdaya secara agamis dalam kaitan mewujudkan rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah. “Kta ingin peran wanita bukan hanya sebatas penopang ekonomi keluarga, namun juga menjadi pelita atau suluh dalam keluarganya, sebagai pendidik anak anak di rumah. Termasuk juga untuk memimalisir kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang kini terasa makin rentan,” ujar Aminullah.
Ditambahkan, pemberadayaan ekonomi itu bukan hanya sebatas advis, namun dilakukan secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Yaitu dimulai dari pra produksi hingga paska produksi, dalam hal ini memberi solusi pemasaran. “Kita ingin allout, jadi tidak secara parsial, namun terintegrasi mulai dari bantuan modal hingga upaya pemasaran, tentu saja semuanya dilakukan secara selektif dan terukur sesuai tuntutan di lapangan,” tandas Aminullah.
Terkait bantuan permodalan, Aminullah berjanji akan memaksimalkan peran Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Mahirah Muamalah yang kini makin eksis. Lembaga keuangan yang hadir kala Aminullah menjabat sebagai Walikota Banda Aceh 2017-2022 itu, kini perkembangannya terus berada dalam trend positif. “Ini juga bagian dari menghidupkan sektor UMKM yang kini terus berkembang di Banda Aceh, termasuk untuk mengunci pergerakan rentenir di Banda Aceh dan sekitarnya,” tutur Aminullah.
Di sisi lain pria yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh itu menegaskan, dalam kaitan menghidupkan ekonomi kepemudaan dan kaum perempuan itu, pihaknya juga akan memulai dengan pemberian atau peningkatan life skill, tidak hanya dengan pelatihan kerja, namun juga dengan peningkatan kapasitas kepribadian. Misalnya dengan latihan capasity building melalui keterampilan menjadi MC, da’I muda atau lainnya. “Intinya, bukan hanya sebatas keahlian fisik seperti mengelas atau lainnya, tapi juga menyangkut peningkatan kapasitas diri yang ujung ujungnya bisa dimanfaatkan untuk kemandirian,” kata Aminullah.
Namun Aminullah memastikan jika peberdayaan terkait dengan bantuan modal, maka akan dilakukan secara bergulir atau revolving, karena itu juga terkait dengan denyut usaha lembaga keuangan. Bahkan hal yang sama juga jika memakai dana pemerintah, sebab semua rakyat harus merasakan bantuan untuk mereka, sebagai bukti pemerintah hadir di tengah rayatnya, meski dalam keterbatasan dana sekalipun.
Dalam konteks pelatihan itulah, selama lima tahun ke depan, arah APBK Kota Banda Aceh akan lebih fokus untuk pemberdayaan ekonomi secara terintegrasi bagi warganya. Sementara untuk kebutuhan sektor infrastruktur akan diwujudkan secara terukur dan benar benar menjadi kebutuhan mendesak untuk kemaslahatan warga kota, seperti fasilitas jalan, air minum hingga untuk sarana ibadah dan lainnya. “Melalui konsep pemberdayaan kerayatan itulah, kita ingin mewujudkan Kota Banda Aceh yang Islami, Gemilang dan Berkelanjutan,” tutup Aminullah yang mendapat nomor urut 3 (tiga) dalam kontestasi politik Pilkada Kota Banda Aceh, 27 Nopember 2024 mendatang.




