BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Lembaga Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) kini sedang membangun gedung terpadu yang akan menjadi pusat industri UMKM di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. “Pembangunan gedung yang akan menampung berbagai jenis UMKM itu memakai dana APBN 2024 dengan kisaran Rp 100 miliar lebih. Insya Allah tahun ini akan rampung,” kata Muhammad Tanwier yang juga Kepala Dinas Perindag Aceh, medio pekan ini.
Menurut pria yang akrab disapa dengan Baong itu, lembaga senada sudah berdiri di Papua Barat, dan kini telah dibentuk di Aceh. “Banyak misi yang dibawa oleh AMANAH, terutama terkait dengan isu tenaga kerja serta meningkatkan ekonomi kerakyatan,” kata Baong yang didapuk menjadi Ketua Umum dari AMANAH.
Menurut Baong, dipilihnya kawasan KIA Ladong sebagai lokasi gedung pusat aktifitas usaha terpadu AMANAH, untuk membuktikan jika investasi di Aceh kini semakin aman dan kondusiv. Bahkan di lokasi itu kini sudah berdiri beberapa gedung yang perannya strategis. Lokasi KIA saat ini berada dalam pengelolaan dan pengawasan PT Pemerintah Aceh (Pema). “Saat ini realisasi fisik pengerjaan konstruksi telah mencapai 20 persen. Insya Allah semuanya on schedule,” kata Baong.
Nantinya, gedung milik AMANAH itu akan menjadi rumah produksi bersama, yang dilengkapai fasilitas laboratorium, gerai industri dan fasilitas pendukung lainnya. Bahkan nantinya, UPTD Rumah Kemasan milik Disperindag Aceh akan dipindahkan ke lokasi tersebut, agar memiliki fasilitas penunjang yang lebih representatif. “Dengan konsep usaha terpadu itu, pusat industri UMKM AMANAH akan menjadi solusi dari problema penampungan tenaga kerja di Aceh, terutama tenaga terampil dengan kualifikasi yang mumpuni. Kita ingin jadikan gedung itu menjadi sentra UMKM terpadu dengan membuka akses pasar seluas-luasnya,” kata Baong.
Kehadiran pusat UMKM dengan fasilitas pendukung seperti laboratorium itu, juga untuk menjawab sengkarut perizinan usaha yang kadang malah membuat pusing tujuh keliling. “Memang biaya nya mudah dan hemat, hanya Rp 500 ribu dan bahkan ditanggung oleh pemerintah, sebagai upaya untuk mendorong tumbuhnya UMKM. Namun di sisi lain juga harus ada persyaratan memiliki fasilitas laboratorium. Jelas ini tak mungkin, karena butuh biaya besar, sementara UMKM sendiri adalah usaha ekonomi mikro,” jelas Baong.
AMANAH itu juga diperkuat oleh dua orang wakil ketua yaitu Saifullah Muhammad dan Iskandar Majid. Sementara gedung baru yang kini sedang dibangun itu bukan hanya dilengkapi rumah produksi dan laboratorium, namun juga ada tempat pelatihan dan studio. Luas tanah untuk plot kegiatan AMANAH di KIA Ladong berjumlah lima hektar, dari total luas KIA Ladong sekarang 76 hektar. Sementara dengan areal cadangan, luas KIA Ladong itu mencapai 200 hektar. “Kita upayakan gedung baru pusat kegiatan AMANAH itu tuntas bulan September, hingga bisa diresmikan sekaligus dengan pembukaan PON dan peresmian Jalan tol d Aceh,” pungkas Muhammad Tanwier.





















