Amal Hasan Resmi Pimpin Hapkido Aceh

Rakerda Diikuti 13 Pengcab BANDA ACEH I ACEH HERALD AMAL Hasan SE MSi secara resmi dikukuhkan menjadi Ketua Pengda Hapkido Aceh periode 2020-2024 oleh Wakil Ketua Pengurus Besar Hapkido Indonesia Widi Nugroho Sahid atas nama Ketua Umum PBHI, Prabu Kusumo SPsi, Sabtu (06/02/2021) pagi di Ballroom Hotel Grand Nanggroe. Amal didampingi oleh Said Ali Rafsanjani … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Rakerda Diikuti 13 Pengcab

Pengukuhan Pengda Hapkido Aceh oleh Wakil Ketua PBHI, Wiji Nugraha Sahid. Foto Nurdinsyam

BANDA ACEH I ACEH HERALD

AMAL Hasan SE MSi secara resmi dikukuhkan menjadi Ketua Pengda Hapkido Aceh periode 2020-2024 oleh Wakil Ketua Pengurus Besar Hapkido Indonesia Widi Nugroho Sahid atas nama Ketua Umum PBHI, Prabu Kusumo SPsi, Sabtu (06/02/2021) pagi di Ballroom Hotel Grand Nanggroe. Amal didampingi oleh Said Ali Rafsanjani SE sebagai Sekretaris serta pengurus harian dan juga dilengkapi oleh beberapa seksi atau kompartemen.

Widi Nugroho yang untuk kedua kalinya datang ke Aceh itu juga membuka secara resmi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Hapkido Aceh. “Terimakasih atas dedikasi pengurus sebelumnya, dan selamat bekerja kepada pengurus yang baru, semoga Hapkido Aceh akan semakin maju, berkembang serta tentu saja menuai prestasi yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Widi Nugroho dalam sambutan singkatnya.

Sementara Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadispora Aceh Dedy Yuswadi meminta pengurus daerah (Pengda) Hapkido Aceh yang baru untuk menyusun pogram kerja terbaik, sebagai upaya meletakkan fondasi yang kokoh bagi Hapkido di Aceh. “Saya optimis akan banyak yang menyukai olahraga Hapkido, seperti antusiasme masyarakat terhadap karate, silat, jujitsu atau olahraga bela diri lainnya. Namun semua itu sangat tergantung dengan kinerja Pengda Hapkido Aceh saat ini dalam mengembangkan dan mempromosikan Hapkido. Jika sukses, tentu olahraga ini makin membumi di Aceh.”

Nova mengakui jika bisa jadi saat ini belum banyak warga Aceh yang mengenal secara baik Hapkido, karena baru masuk ke Indonesia, setelah sebelumnya Taekwondo dan Yong Moo Do yang juga dari Korea Selatan. Hapkido masuk ke Indonesi tahun 2013, namun olahraga itu telah hadir secara merata di seluruh propinsi di Indonesia. Bahkan atlet Hapkido Indonesia sempat meraih juara umum di Korea dan Singapura, dimana termasuk atlet Hapkido Aceh di dalamnya.

Baca Juga:  Wow, Peboling Putri Binaan KONI Aceh Juara Nasional Leanpuri Cup

Khusus menghadapi PON 2021 di Papua diharapkan atlet Hapkido Aceh bisa berpartisipasi dalam event eksebisi, namun pada PON 2024 akan mampu menjadi ruan rumah serta menjadi tuan rumah. Saat PON 2024 di Aceh. “Pemerintah Aceh siap mendukung atlet atlet Hapkido Aceh untuk tampil di level nasional. Yang penting sistem pembinaannya harus tepat, terarah dan efektif.”

Sementara Ketua Hapkido Aceh, Amal Hasan dalam sambutannya mengatakan, kehadiran pihak terkait dalam acara pengukuhan itu menambah militansi pihak pengurus dalam menjalankan amanah. Katanya, dirinya terpilih melalui Musda Hapkido Aceh Desember 2020 lalu.

Huga dilaporkan, saat ini , Hapkido Aceh menjadi cabang binaan di bawah KONI Aceh. Katanya, olahraga beladiri Hapkido memang baru di Aceh, namun secara nasional sudah lama bergabung di KONI. Khusus di Aceh, beberapa putra putri terbaik Aceh sudah menuai prestasi terbaik dan menjadi duta olahraga daerah dan nasional. “Terimakasih kepada pengurus Hapkido Pusat dan daerah sebelumnya yang telah merintis jalan untuk Hapkido Aceh. Sebagai pengurus baru Hapkido Aceh, Insha Allah kami berkomitment untuk terus bangkit bersama bahu bahu dan bersinergi dan berkoordinasi terutama dengan Pemerintah Aceh dan KONI Aceh sebagai induk olahraga, untuk bergandeng tangan mengharumkan nama Aceh serta negara di ajang Hapkido,” kata Amal Hasan yang juga salah satu direksi Bank Aceh Syariah itu.

Amal menambahkan, banyak ajang yang akan dihadapi Hapkido Aceh. Yang terdekat adalah eksebisi nasional Hapkido PON Papua, dan tahun 2024 Hapkido Aceh bersiap untuk menjadi cabor tuan rumah PON 2024 di Aceh bersama Sumut.

Atraksi dua atlet Hapkido Aceh, Hurairah dan Yulianto

Dalam kesempatan itu, Amal juga melaporkan beberapa kendala yang dihadapi Hapkido Aceh saat ini. Salah satunya adalah sekretariat permanen untuk Hapkido Aceh. “Hari ini bapak gubernur dan Ketua KONI Aceh, Hapkido belum memiliki sekretariat,” lapor Amal.

Baca Juga:  Bandara Tetangga RI Lumpuh, Ratusan Penerbangan Terdampak

Sementara Ketua Harian Kamaruddin Abubakar yang akrab disapa Abu Razak dalam sambutannya mengakui jika Hapkido kini telah masuk dalam cabang olahraga binaan KONI Aceh. Hapkido Aceh telah berhasil mengukir prestasi hingga level nasional dan regional. Dalam catatan KONI Aceh, Hapkido menjadi cabang olahraga harapan. Karenanya kepada pengurus baru untuk terus bekrja keras dalam memajukan Hapkido Aceh. “Ada beberapa agenda olahraga besar ke depan, kami dari KONI haqqul yakin jika Hapkido di bawah pengurus baru ini, akan mampu menjawab event event itu dengan prestasi yang membanggakan Aceh, termasuk dengan menyumbang emas sekalipun, agar cita cira meningkatkan prestasi olahraga Aceh dapat terwujud,” tandas Abu Razak.

Acara pengukuhan dan Rakerda Hapkido Aceh juga diwarnai dengan atraksi dua orang atlet handal Hapkido Aceh yaitu Juara High Jump Hapkido di Korea Selatan tahun 2018 serta Julianto juara long jump di Semarang. Atraksi beberapa jurus mematikan dari keduanya mengundang aplaus panjang dari pengujung yang hadir.  Rakerda sendiri diikuti 13 Pengcab Hapkido di Aceh, juga ikut serta para pegiat Hapkido di Aceh, termasuk pengurus lama dan para atlet.

Berita Terkini

Haba Nanggroe