Alparo, Bocah Malang Tanpa Kaki dan Tangan

PEUREULAK I ACEHHERALD.com – Tak ada firasat istimewa atau sinyal supranatiral sedikitpun, ketika Rahyuni mengandung sepuluh tahun silam. Saat usia kandungan mencapai sembilan bulan kala itu, pasangan suami istri Abon Syahputra (36) dan Rahyuni (32) keluarga miskin dari Gampong Seuneubok Lapang Kecamatan Peureulak Timur tersebut akhirnya dikarunia seorang anak. Bayi laki laki yang lucu itu … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Bocah malang Alparo bersama kedua orang tuanya. Foto Ist

PEUREULAK I ACEHHERALD.com –  Tak ada firasat istimewa atau sinyal supranatiral sedikitpun, ketika Rahyuni mengandung sepuluh tahun silam. Saat usia kandungan mencapai sembilan bulan kala itu, pasangan suami istri Abon Syahputra (36) dan Rahyuni (32) keluarga miskin dari Gampong Seuneubok Lapang Kecamatan Peureulak Timur tersebut akhirnya dikarunia seorang anak.

Bayi laki laki yang lucu itu kemudian mereka beri nama Muhammad Alparo (10). Ada satu hal yang menusuk perasaan pasutri miskin tersebut, cabang bayi mereka lahir ditakdirkan tidak memiliki kedua kaki dan tangan yang normal. Toh pasutri itu tetap gembira menerima amanah Allah tersebut.

Seiring berjalan waktu, Alparo kecil beranjak naik batang usianya. Sang ibu yang merawatnya secara telaten menjadi kaki dan tangan untuk Alparo, termasuk untuk makan minum dan buang kotoran. Bocah kecil itu hanya mampu tergolek di ranjang serta kemanapun ia dibawa. Walau tawa sang bocah tetap ceria, dan sang ibu kadang menatap sang anak dengan perasaan galau dan getir.

Rahyuni sangat telaten mengurusi  Alparo sejak ia dilahirkan. Sementara dua lagi anaknya lahir dalam keadaan normal. Febri Ari Yanto (15) sudah beranjak dewasa dan sudah mampu membantu kedua orang tuanya, sedangkan adik Alparo yakni Selvia Putri masih balita usia dua tahun.

Adalah Camat Peureulak Timur Mukhtardin Yusuf S. Sos. MAP. Beberapa waktu lalu, bersama rombongan Muspika Peureulak Timur datang ke  Seuneubok Lapang yang lokasinya tak jauh dari perkebunan kelapa sawit milik perusahaan swasta.

Kedatangan pihak kecamatan ke sana dalam rangka mendampingi kepala desa untuk pembagian dana BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada masyarakat miskin.

Di sela-sela acara tersebut, datanglah Abun Syahputra dan Rahyuni, orang tua Alparo menghampiri Camat Mukhtardin. Keduanya melaporkan kepada camat bahwa mereka punya anak cacat sejak lahir dengan kondisi kedua kaki dan tangannya hanya separuh alias tidak utuh alias buntung.

Baca Juga:  Optimalisasi PTNBH, USK Dorong Pembentukan IKA USK Sesuai PP 38/2022

Mendengar laporan tersebut, Camat Mukhtardin yang dikenal warganya suka membantu bahkan yang hilang ingatan sekalipun seperti “Markonah”, langsung merespon seraya meminta anaknya yang cacat dibawa dulu ke kantor camat, mengingat hari itu tak cukup waktu untuk menjenguknya.

Atas janji tersebut, Abun dan Rahyuni memboyong anaknya Alparo ke kantor kecamatan untuk selanjutnya berkoordinasi dengan Bupati dan Sekda soal penanganan kasus anak yang butuh bantuan khusus seperti kaki palsu dan tangan palsu.

Alparo dalam gendongan Camat Peureulak Timur, Mukhtardin. Foto Ist

Kepada Acehherald.com, Selasa (09/06/2020), Camat Peureulak Timur Mukhtardin mengaku sangat terenyuh melihat kondisi Muhammad Alparo. Ia punya kedua kaki tapi sebatas lutut dan punya kedua tangan tapi sebatas siku. Baik kaki maupun tangannya, sama- sama tidak memiliki jari-jari sehingga tidak bisa berbuat apa-apa.

Atas kondisi itu Camat Mukhtardin yang telah berkoordinasi dengan atasannya, langsung mengontak Direktur RSUD Sultan Abdul Aziz Syah (SAAS) Peureulak untuk penanganan lebih lanjut.

Ketika tiba di rumah sakit umum milik Pemkab Aceh Timur itu, Selasa (09/06/2020) pagi, Alparo langsung ditangani pihak medis. Alparo dilatih ketahanan otot-otot kaki dan tangan untuk diketahui tindakan medis selanjutnya.

Sebab menurut Mukhtardin, sebelum menggunakan alat bantu seperti kaki palsu atau tangan palsu, diperlukan ketahanan otot sebagai penyeimbang tubuh. Pihak rumah sakit menyarankan Alparo dibawa lagi pada Selasa depan guna pelatihan lebih lanjut.

Direktur RSUD SAAS Peureulak, dr Darma yang dikonfirmasi  Acehherald.com, Selasa malam  membenarkan pihaknya sudah menangani pasien yang bernama Muhammad Alparo yang dibawa siang tadi.

Menurut dr Darma, jika dalam beberapa waktu ke depan kondisi Alparo semakin membaik, tidak tertutup kemungkinan ia akan dipasangkan kaki palsu. “Sekarang sedang dilatih otot-ototnya agar  saat dipasang kaki palsu nantinya, ia tidak gamang” ujar Darma.

Baca Juga:  Rem Macet di Turunan Karang Sudi Digul, Vario Matic Terjun ke Jurang

Dikatakan, Alparo memang mengalami cacat bawaan. Malah ibunya melahirkan Alparo di rumah sakit ini 10 tahun lalu. Oleh karenanya, tim medis di sini tidak heran lagi ketika Alparo dibawa ke RSUD SAAS yang dulunya masih berstatus Puskesmas Peureulak, terang dr Darma. Mudah mudahan mimpi indah kedua orang tuanya untuk melihat Alparo kecil sekadar berjalan, terwujud kelak.

 

Penulis                 : Ridwan Suud (Aceh Timur/Kota Langsa)

Berita Terkini

Haba Nanggroe