
[divider style=”solid” top=”20″ bottom=”20″]
Sedikitnya 100 KK Diungsikan
PEUREULAK | ACEH HERALD
HUJAN deras yang turun sejak Kamis (03/12/2020) malam hingga Jumat (04/12/2020) sore tadi membuat sejumlah kawasan di Kabupaten Aceh Timur dilanda banjir. Hingga malam ini, terdapat 11 kecamatan yang masih dikepung banjir, meski air mulai surut seiring meredanya hujan menjelang magrib.
Wartawan Aceh Herald, Ridwan Suud, melaporkan, kecuali merendam rumah dan pekarangan warga, banjir juga menenggelamkan sejumlah tambak sehingga banyak pemilik tambak mengaku rugi karena udang dan bandeng di dalamnya tersapu air deras. Tampak personil gabungan dari BPBD, TNI/Polri melakukan pembersihan jalan dan pohon tumbang akibat angin kencang.

Sementara di Kecamatan Peureulak Kota, selain merendam rumah dan pertambakan, sebuah jembatan menuju ke arah Monumen Islam Asia Tenggara (Monisa) di Desa Bandrong putus diterjang air.
Akibatnya, warga dari arah Kota Peureulak menuju ke beberapa desa di kawasan Monisa dan sebaliknya terpaksa memutar arus melewati jalan lain di sekitar persawahan desa terdekat.
Selain Kecamatan Peureulak Kota, banjir juga terjadi di Kecamatan Peureulak Timur, Julok, Peudawa, Sungai Raya, Indra Makmur, Birem Bayeun, Ranto Peureulak, Pante Bidari, Idi Tunong dan Kecamatan Nurussalam. Rata-rata ketinggian air mencapai 50-70 centimeter.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Ashadi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan semua peralatan termasuk dapur umum untuk para pengungsi.
Dikatakan, personil BPBD telah turun ke lokasi titik banjir dalam wilayah Aceh Timur dengan peralatan speed boat untuk mengevakuasi warga. “Semuanya ada tiga tim yang telah ke lokasi diantaranya ke Kecamatan Pante Bidari, Ranto Peureulak dan Birem Bayeun” sebut Ashadi.
Pada bagian lain, Camat Peureulak Timur, Mukhtaruddin menyebutkan ada 20 desa di kecamatannya yang terendam. Malah di Desa Tualang Pateng dan Babah Krueng yakni pedalaman Peureulak Timur, sedikitnya 100 KK telah mengungsi.(*)
PENULIS : RIDWAN SUUD




