Aceh Raya di Ambang Kelahiran, Sektor Maritim dan Pariwisata Jadi Harapan Baru Kesejahteraan Rakyat

Bagi masyarakat pesisir, pemekaran ini bukan hanya tentang pembentukan kabupaten baru, melainkan tentang kemandirian dan pengakuan terhadap potensi lokal yang selama ini kurang tersentuh.
Sekjend Pemekaran Kabupaten Aceh Raya, Teungku Helmi. Foto: Dokumen pribadi untuk AcehHerald.

Iklan Baris

Lensa Warga

BANDA ACEH | ACEHHERALD.Com — Angin pesisir dari barat Aceh berembus membawa harapan baru. Di tengah riuhnya pembahasan pemekaran daerah, wacana lahirnya Kabupaten Aceh Raya, kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Bukan sekadar pemisahan wilayah administratif, tetapi juga simbol asa akan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat yang selama ini tersebar di kawasan pesisir barat Aceh Besar.

Calon kabupaten baru yang digadang-gadang lahir dari pemekaran Kabupaten Aceh Besar, ini memiliki posisi strategis dengan wilayahnya terbentang di sepanjang garis pantai barat Aceh yang menghadap langsung ke Samudra Hindia.

Kondisi geografis itu menjadikan Aceh Raya memiliki kekayaan sumber daya laut dan potensi wisata bahari yang melimpah, mulai dari pantai berpasir putih, hasil tangkapan ikan yang berlimpah, hingga spot wisata alam yang masih alami dan nyaris belum tersentuh pembangunan modern.

Sekretaris Jenderal Panitia Pemekaran Kabupaten Aceh Raya, Teungku Helmi mengatakan, prosesnya saat ini sudah di tahap akhir, tinggal menunggu keputusan dari pusat pada Januari 2026 nanti.

Helmi menjelaskan, perjuangan panjang pembentukan kabupaten ini bukan semata urusan administratif, melainkan upaya membuka ruang baru bagi kemajuan ekonomi masyarakat.

Selama ini, sejumlah kecamatan pesisir Aceh Besar menghadapi keterbatasan akses pelayanan publik, jarak yang jauh ke pusat pemerintahan, serta lambatnya pembangunan infrastruktur ekonomi.

“Dengan pemekaran, pelayanan publik bisa lebih dekat, dan potensi ekonomi lokal dapat dikelola lebih fokus. Kami yakin, jika Aceh Raya berdiri, masyarakat di pesisir akan merasakan perubahan nyata,” katanya ke Acehherald.com, Senin (26/10/2025).

Wilayah calon Kabupaten Aceh Raya mencakup daerah-daerah yang memiliki karakter maritim yang kuat. Mulai dari potensi perikanan tangkap, budidaya laut, serta hasil kelautan lainnya menjadi kekuatan utama yang siap dikembangkan.

Baca Juga:  Belasan Pejabat Eselon II Abdya Bakal Digeser, Ada Apa!

Tidak hanya itu, pantai-pantai di wilayah ini menyimpan daya tarik wisata yang berpotensi menjadi poros ekonomi baru di Aceh bagian barat.

Beberapa para pemerhati ekonomi Aceh menilai, jika dikelola dengan baik, Aceh Raya bisa menjadi sentra ekonomi pesisir setara dengan kawasan Sabang atau Simeulue dalam konteks potensi maritim. Dengan posisi strategis yang dekat jalur perdagangan laut, kabupaten ini dapat mendorong munculnya pelabuhan rakyat, sentra industri hasil laut, hingga pariwisata berbasis masyarakat.

“Bayangkan, setiap desa pesisir bisa menghidupkan homestay, kuliner laut, dan wisata bahari. Itu multiplier effect yang sangat besar untuk ekonomi rakyat,” ujar Helmi.

Selain sektor perikanan dan wisata, Aceh Raya juga memiliki peluang di bidang energi dan transportasi laut. Garis pantai yang panjang memungkinkan pengembangan pelabuhan perikanan terpadu, terminal logistik laut, serta potensi investasi energi terbarukan seperti tenaga angin dan surya.

Jika pemerintah pusat memberikan lampu hijau pada Januari 2026, maka Aceh Raya akan lahir dengan basis ekonomi maritim dan pariwisata berkelanjutan dua sektor yang diyakini menjadi kunci bagi pemerataan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Bagi masyarakat pesisir, pemekaran ini bukan hanya tentang pembentukan kabupaten baru, melainkan tentang kemandirian dan pengakuan terhadap potensi lokal yang selama ini kurang tersentuh.

“Insya Allah, jika ada rintangan Aceh Raya akan jadi kabupaten yang lahir dari semangat gotong royong dan cita-cita bersama untuk memajukan pesisir Aceh. Ini bukan akhir, tapi awal perjalanan menuju kesejahteraan,” tutup Teungku Helmi penuh harap.

Laporan: Andika Ichsan

Kata Kunci (Tags):
kabupaten aceh raya, mekar dari aceh besar, persiapan lahirnya kabupaten aceh raya, teungku helmi,

Berita Terkini

Haba Nanggroe