A Hanan: Pemerintah tak Boleh Kalah dari Premanisme

Penegasan walikota disampaikan di depan Sekda T Adnan, Asisten I Maxalmina, Kasatpol PP dan WH---Heri Maulana serta para kepala OPD. Kalimat tidak boleh takut diutarakan orang nomor satu ini, saat akan mengakhiri pidatonya.
Pj Walikota Lhokseumawe, A Hanan, Sekda T Adnan, usai MoU dengan Tamora di Gua Jepang. Foto: Ist

Iklan Baris

Lensa Warga

LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.Com – Walikota Lhokseumawe, A Hanan menekankan bahwa pemerintah harus tegas dan tidak boleh kalah dari aksi premanisme. Setiap upaya yang mengganggu jalannya pemerintahan serta ketertiban harus dilawan sehingga masyarakat terlindungi.

Penegasan ini disampaikan walikota pada saat peresmian dan penandatangan MoU antara Pemko Lhokseumawe dengan Yayasan Tarbiyah Moral dan Akhlak (Tamora) di Jalan Goa Jepang, Komplek MHM-TIMS, Gampong Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu,  Kamis (19/9/2024).

Penegasan walikota disampaikan di depan Sekda T Adnan, Asisten I Maxalmina, Kasatpol PP dan WH—Heri Maulana serta para kepala OPD. Kalimat tidak boleh takut diutarakan orang nomor satu ini, saat akan mengakhiri pidatonya.

Secara spesifik A Hanan menjelaskan bahwa wibawa pemerintah harus dijaga. Segala hal yang mengarah pada premanisme harus dilawan dan ini tugas Pol PP dan WH.

“Lakukan penertiban dan tegakkan aturan,” katanya.

Puji Pol PP dan WH

Disisi lain, A Hanan memuji capaian yang telah diraih Kasatpol PP dan WH. Empat inovasi yang dilakukan, seperti Lapor Pak Pol PP WH,  berakhlak,  dayah rakyat dan sahabat Satpol PP dan WH merupakan program yang baik.

A Hanan berterimakasih atas empat inovasi yang disampaikan Pol PP dan WH. “Kami mengapresiasi MoU ini dan tentu harus dilakukan dengan lembaga-lembaga lain,” katanya.

A Hanan mendorong Pol PP dan WH menjalin kerjasama dengan Dinkes, Dinsos, DP3P2KB dan gampong agar jalan program ini.

“Hal ini penting untuk legalnya bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Disisi lain ia meminta supaya pembinaan harus dilakukan. Sebab kalau semua persoalan hukum dilimpahkan ke polisi tentu tidak baik juga. Selesaikan persoalan di tingkat gampong terlebih dahulu. Kalau tidak selesai maka baru dibawa ke polisi.

Baca Juga:  Pj Walikota Lhokseumawe Terima Damkar dan Ambulan dari Kemendagri

Ia menyatakan bahwa ada persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Pemerintah perlu hadir untuk menyelesaikan hal ini. Pemerintah tidak boleh kalah dengan premanisme.
“Kita harus hadir memberi pengmanan pada masyarakat dan lakukan razia secara persuasif,” katanya.

Sementara itu, Kasatpol PP dan WH, Heri Maulana melaporkan inovasi yang telah dilakukan. Empat inovasi tersebut tidak terlepas dari bantuan Pj Walikota A Hanan, Sekda T Adnan, Kabid, Kasubbag dan semua pihak di Pol PP dan WH.

Selain itu, dukungan dari masyarakat merupakan bagian penting sehingga inovasi ini bisa berjalan secara baik. Kedepan pihaknya butuh perhatian sehingga pembinaan yang tertuang dalam empat inovasi ini bisa berjalan semestinya.

Setelah selesai acara seremoni, Pj Walikota A Hanan, Sekda T Adnan, Asisten I Maxalmina, Kabag Prokopim Darius, Kadis Sosial Muslim, Plt Sekretaris DP3AP2KB Nurhayati meninjau tempat pembinaan dimaksud.

Penulis : Yuswardi

Kata Kunci (Tags):
pj walikota lhokseumawe, MoU dengan Tamora, pemerintah harus tegas, premanisme,

Berita Terkini

Haba Nanggroe