Orang ‘Berbaju Putih’ Itu Dipanggil Allah

“Bukan rahasia lagi, altar politik di negeri ini sangat penuh warna warni, bisa jadi Tu Sop adalah figur yang ‘berbaju putih’ yang tanpa perlu jatuh atau rebah, dengan percikan nya saja, baju putih itu akan penuh jelaga. Allah tentu lebih tahu apa yang terbaik untuk almarhum Tu Sop,” tutur Ustad Masrul.
Ustad Masrul Aidi.

Iklan Baris

Lensa Warga

INNA lillahi wainna ilaihi raajiuun. Jagad seantero Aceh bergelayut duka yang mendalam. Adalah kepergian seorang sosok ulama yang oleh Ustad Abdus Somad (UAS) dikatakan sebagai Warasarul AnbIya arau ulama pewaris para Nabi, Tgk H Muhammad Yusuf A Wahab atau akrab disapa Tu Sop.

Kepergian sosok yang selalu berbicara teduh itu, menghentak semua kalangan, konon lagi dikaitkan dengan posisinya sebagai salah satu kandidat wakil gubernur Aceh berpasangan dengan Bustami Hamzah dan baru menyelesaikan tahapan Uji Baca Al Quran.

Tu Sop

Tak urung, salah satu ulama muda terdepan di Aceh, Ustad Masrul Aidi LC yang dimintai tanggapannya seputar kepergian Tu Sop mengatakan, banyak hikmah yang dipetik dari kepergian Tu Sop menuju ke hariabaan Allah SWT.Termasuk kasih sayang Allah kepada sosok ulama itu yang demikian besar dan tanpa batas. “Bukan rahasia lagi, altar politik di negeri ini sangat penuh warna warni, bisa jadi Tu Sop adalah figur yang ‘berbaju putih’ yang tanpa perlu jatuh atau rebah, dengan percikan nya saja, baju putih itu akan penuh jelaga. Allah tentu lebih tahu apa yang terbaik untuk almarhum Tu Sop,” tutur Ustad Masrul.

Guru tetap pada beberapa pengajian di Banda Aceh dan Aceh Besar serta pimpinan Dayah Baitul Maghfirah Cot Keueung itu menambahkan, kepergian Tusop mengingatkan dirinya dengan kepergian Abu Budi Lamno Tahun 1997 saat almarhum mau dilantik menjadi anggota DPR RI. Saat akan dilantik menjadi anggota DPR RI dari Partai PPP, Tgk Ibrahim Lamno atau Abu Budi meninggal dunia. “Hikmahnya, sangat berkemungkinan Abu Budi diselamatkan oleh Allah dari riuh rendahnya aura politik yang bisa jadi malah akan menurunkan marwah dan kapasitas Abu Budi di kemudian hari. Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk Abu Budi kala itu,” kata Ustad Masrul.

Baca Juga:  BMKG Pastikan RI Tak Kena Gelombang Panas seperti India-Thailand

Pada sisi lain, Ustad Masrul mengungkapkan, kepergian Tusop adalah kehilangan besar bagi kaum ulama di Aceh. Karena Tusop adalah figur ulama yang komunikatif termasuk dengan jajaran media. “Tusop, adalah ulama terpublikasi dengan segala kebolehan dan juga kekurangannya. Almarhum juga menjadi representasi  ulama Aceh, dan bisa tampil di ruang publik dengan bahasa yang santun serta berusaha tak menyinggung pihakmanpun,” pungkas Masrul Aidi.

Seperti dituturkan UAS, sosok Tu Sop adalah ulama yang bahasanya tinggi, hatinya rendah dan ilmunya dalam.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tu Sop yang juga Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) berpulang ke rahmatullah, Sabtu (07/09/2024) di Jakarta. Jenazah almarhum akan dipulangkanke Aceh dan dikebumikan di kampung halamannya.

Kata Kunci (Tags):
tusop, kandidat calon wagub, bustami hamzah, meninggal dunia

Berita Terkini

Haba Nanggroe