RK soal Emak-emak Joget di Masjid Al Jabbar: Hargai Tempat Ibadah

JAKARTA | ACEHHERALD – Sebuah potongan video sekelompok emak-emak berjoget di Masjid Al Jabbar, Jawa Barat, viral di media sosial. Gubernur Jabar Ridwan Kamil (RK) menanggapi beredarnya video tersebut. Dilansir detikJabar, potongan video sekelompok emak-emak yang berjoget di Masjid Al Jabbar itu ramai beredar di TikTok. Video itu pun mendapat banyak sorotan hingga kecaman. Ridwan … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

JAKARTA | ACEHHERALD – Sebuah potongan video sekelompok emak-emak berjoget di Masjid Al Jabbar, Jawa Barat, viral di media sosial. Gubernur Jabar Ridwan Kamil (RK) menanggapi beredarnya video tersebut.

Dilansir detikJabar, potongan video sekelompok emak-emak yang berjoget di Masjid Al Jabbar itu ramai beredar di TikTok. Video itu pun mendapat banyak sorotan hingga kecaman.

Ridwan Kamil meminta warga untuk menghargai tempat ibadah. Dia tak ingin aktivitas selain ibadah dilakukan di masjid tersebut.

“Jadi mau itu sampah, mau ketidaktertiban, mau PKL, tolong hargai yang namanya tempat ibadah. Jangan melakukan hal-hal non ibadah di tempat ibadah, itu saja,” kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jumat (13/1/2023).

Ridwan Kamil mengakui banyak masalah yang timbul usai peresmian Masjid Al Jabbar. Namun, dia berharap warga yang datang ke Al Jabbar bisa menghargai keberadaan masjid tersebut sebagai tempat ibadah.

“Jadi kalau saya elaborasi, (daftar permasalahannya) banyak. Menyampah kan tidak seharusnya di tempat ibadah, melanggar ketertiban, berenang di tempat yang tidak seharusnya, bikin konten TikTok. Jadi, beribadahlah di tempat ibadah. Silakan lakukan hal lain-lain tapi jangan di tempat ibadah,” pungkasnya.

Masjid Al Jabbar Perlu Didukung Sistem Pengelolaan Sampah

Pemerhati lingkungan yang juga politisi Partai Gelora Jawa Barat Micky Fachrul mengaku khawatir dengan timbulan sampah di Masjid Al Jabar. “Ini seiring dengan daya tampung masjid yang mencapai 20 ribu jamaah. Apalagi ini kan jadi daya tarik wisatawan, pasti pengunjungnya akan banyak (sehingga berpotensi menghasilkan timbulan sampah),” katanya di Bandung, Kamis (12/1).

Ia menilai Masjid Al Jabbar yang menjadi daya tarik wisata religi baru. Namun sayangnya berbagai persoalan muncul usai peresmian masjid senilia Rp 1 triliun itu, salah satunya sampah.

Baca Juga:  Ayoo Ramaikan Gerak Jalan Korpri, dan Rebut Hadiahnya!

Usai peresmian saja produksi sampah di kawasan masjid tersebut mencapai 1,9 ton. Selain itu, banyak para pengunjung membuang sampah secara sembarangan hingga mengotori area masjid.

Kondisi tersebut perlu disikapi secara serius oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Pasalnya masalah sampah ini perlu ditangani secara matang.

Sebagai contoh, lanjutnya, saat peresmian Masjid Al Jabar, sampah dari para pengunjung mencapai 1,9 ton. “Informasi dari berbagai berita, sampahnya mencapai 1,9 ton saat peresmian,” ujarnya.

Oleh karena itu, Micky berharap Pemprov Jawa Barat menyiapkan tempat pengolahan sampah khusus Masjid Al Jabar. Menurutnya hal ini sangat memungkinkan jika adanya kemauan dari otoritas dalam hal ini pemerintah tersebut.

“Syukur-syukur jika bisa yang teknologinya bagus. Tapi jika yang biasa juga tidak masalah, asalkan mampu mengolah sampah dari Al Jabar, sehingga sampah itu tidak perlu dibuang ke TPA,” katanya.

Terlebih, kata dia, Masjid Al Jabar memiliki luas 25 hektare sehingga salah satu bagiannya bisa digunakan untuk tempat pengolahan sampah. “Dari lahan seluas itu, harusnya bisa untuk tempat pengolahan sampah sendiri. Asal ada kemauan,” katanya, dilansir dari detikjabar.

Berita Terkini

Haba Nanggroe