Menanti Lakon Spirit Atletico: Pertaruhan Clean sheet Quba

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Skuat Lantak Laju Persiraja seperti ditakdirkan menapak jalur yang makin terjal dalam perjalanan laga tandang perdana di altar Liga 1. Setelah sukses menahan imbang tanpa gol 0-0 tim berjuluk Sape Kerrab Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, petang ini, pasukan bestan Hendri Susilo itu akan menjajal Persik … Read more

Iklan Baris

Lensa Warga

Said Mursal. Foto Dok

BANDA ACEH I ACEHHERALD.com – Skuat Lantak Laju Persiraja seperti ditakdirkan menapak jalur yang makin terjal dalam perjalanan laga tandang perdana di altar Liga 1. Setelah sukses menahan imbang tanpa gol 0-0 tim berjuluk Sape Kerrab Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, petang ini, pasukan bestan Hendri Susilo itu akan menjajal Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri. “Jujur saja, Persik yang berjuluk Macan Putih adalah lawan berat dan terkenal jago kandang sejak lama, namun tetap ada peluang meraih angka bagi The Orange Force yang kini saya lihat dalam grafik naik,” kata Ir Said Mursal, mantan Manajer Persiraja, yang juga wartawan olahraga senior di Aceh.

Menurut Said yang akrab disapa Papi ini, kondisi Persiraja bertandang ke Kediri, sama dengan posisi Atletico Madrid menyambangi kubu Liverpool di Anfield, dalam lakon laga perde;lapan final Liga Champions pekan lalu.

Siapa menyangka, Liverpool yang juara bertahan dikubur di depan tifosi fanatiknya Liverpudian dengan skor 2-3 hingga gol agregat menjadi 4-2 untuk Atletico yang menang 1-0 di pertama dalam laga di kandang Atletico di Estadio Metropolitano, lewat gol tunggal Saul Miguez menit ke-4.

Adalah spirit bertahan total Atletico yang sukses mengajak laga hingga babak perpanjangan waktu, ketika Liverpool hanya unggul 1-0 lewat gol G Wijnaldum dan agregat menjadi 1-1. Liverpool seakan telah mengutip tiket perempat final ketika Roberto Firmino menambah gol menit 94 hingga unggul 2-0.

Namun semuanya menjadi berbalik dan tersajilah mimpi buruk Liverpool ketika dua gol Marcos Liorente menit 97 dan 105, serta satu gol Alvaro Morata di menit penutp 120, membuat Liverpudian menangis histeris, menyaksikan tim kesayangannya dikubur dan dipermalukan di karkas sendiri yang dianggap bagai tak tersentuh.

Baca Juga:  SAR Banda Aceh Evakuasi Warga Turki ABK Kapal Tanker

Juergen Klopp mengumpat dan mengeluarkan sumpah serapah, sembari mengeritik habis pola bertahan total yang diterapkan entrenador Atletico Diego Simone. “Toh semua itu hanya taktik permainan. Yang dituju semua tim adalah kemenangan. Diego Simone sadar betul siapa Liverpool. Spirit inilah yang hendaknya melekat pada pasukan asuhan Hendri Susilo,” tandas Papi.

Ditambahkan, walau berat, sebagai sesame tim promosi, Persiraja dan Persik sama dari semua lini. Keduanya merangkak dari status juara grup wilayah saat berlaga di babak 8 besar Liga 2 tahun lalu. Keduanya juga bermain imban pada babak regular dan tambahan di babak semifinal Liga 2 hingga berakhir dengan drama penalty. Persik akhirnya memang 5-4 dalam babak adu nasib itu. “Sekarang saya lihat Persiraja sudah lebih baik, terutama lini belakang yang super, dan kiper Quba menjadi nyawa andalan tim yang luar biasa. Quba saya nilai sangat konsisten sejak Liga 2 lalu,” tutur Said Mursal yang menyaksikan langsung laga semifinal iga 2 di Stadion I Wayan Dipta Denpasar, Nopember 2019 ilam.

Clean sheet Quba

Sebagai personal, laga dengan Persik itu adaklah pertaruhan cleen sheet the man macth of Persiraja, Fakhrurrazi Quba. Dalam lima laga terakhir sepanjang babak regular, Quba tidak pernah kebobolan.

Sebagai catatan, lima pertandingan Ttrakhir Persiraja: (09/03/20) Madura United 0-0 Persiraja (29/02/20) Persiraja 0-0 Bhayangkara (25/11/19) Sriwijaya 0-1 Persiraja (22/11/19) Persik (5)0-0(4) Persiraja (16/11/19) Persiraja 0-0 Sriwijaya.

Sementara Macan Putih Persik  sudah kebobolan dua gol dalam dual pertama mereka. Gawang kiper Dimas Galih bobol 1 gol saat Persik bertandang ke markas Persebaya serta skor 1-1 saat Persik menjamu  Bhayangkara. Lima duel terakhir Persik : (06/03/20) Persik 1-1 Bhayangkara (29/02/20) Persebaya 1-1 Persik (14/02/20) Persik 3-0 Bhayangkara (12/02/20) Persik 0-1 Madura United (10/02/20) Persebaya 3-1 Persik.

Baca Juga:  Amal Hasan: Program Pengembangan Sapi Aceh Hendaknya Dilakukan Secara Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

Dari cerminan liga laga tersebut, Persik memang terlibat lebih offensive kala menjadi tim tamu. Namun pasukan asuhan Joko Susilo itu kalah unggul dari Persiraja dalam hal lini belakang. “Buktinya, Bhayangkara FC yang ditahan imbang tanpa gol di Syadion Haraoan Bangsa oleh Persiraja pada mactday 1 Liga 1, justru sukses menahan imbang 1-1 Macan putih di Stadion Brawijaya.

Lupakan soal adu gengsi sebagai sesama tim promosi. Peluang The Orange Force untuk meraih angka tetap saja ada. Walau itu terasa berat bagai menapak batu cadas. Selamat bertanding.

Prakiraan pemain

Persik: Dimas Galih; Ante Bakmaz, Andri Ibo, Jefferson Alvez, Dany Saputra; Ibrahim Sanjaya, Gaspar Vega, Ady Eko Jayanto, Sackie Doe, Faris Aditama; Nikola Asceric. Pelatih Joko Susilo

Persiraja: Fahrurrazi Quba; Mukti, Adam Mitter, Eriyanto; Ayass, Bruno Dybala, Komul, Rizky; M. Hamdi. V. Francisco, Baskoro. Pelatih: Hendri Susilo

Penulis                 : Nurdinsyam

Berita Terkini

Haba Nanggroe