JAKARTA I ACEHHERALD – Drama kasus kematian Brigadir J dalam lakon yang diskenariokan sebagai ‘polisi tembak polisi’ berakhir sudah. Ibarat permainan sepakbola yang bolanya disepak ke kiri, kanan sesuai kebutuhan, akhirnya bola bermuara ke dalam mulut gawang. Goooolll…….
“Siap!! Jenderal (Inspektur Jenderal) Ferdy Sambo pelakunya, Jenderal,” ucap Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dengan suara lantang di depan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit.
Tiga orang jenderal polisi yang membawa langsung Bharada E untuk melapor di hadapan Kapolri, sekaligus memungkasi polemic yang nyaris tak berujung dalam kasus yang samai menyeret emosi etnik, hingga internal kepolisian itu sendiri.
Tak tanggung-tanggung, Irjen Ferdy yang kalap berat akibat kasus selingkuhnya terbongkar, menghajar Brigadir J dengan lima tembakan, hingga sebagian isi kepala sempat berhamburan dan belakangan ditemukan tertanam di kawasan abdomen jasad Brigadir J atau Josua Hutabarat.
Richard Eliezer alias Bharada E sebut dirinya bukan pelaku dalam kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J. Di depan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, ia menyebut Ferdy Sambo lah pelakunya.
Pengakuan pengawal mantan Kadivpropam Irjen Ferdy Sambo itu setelah ia diperiksa secara marathon 2×24 jam oleh Timsus Bareskrim, hari Jum’at (5/8/2022) malam, saat diperiksa lagi oleh Timsus Itwarsum.
Bharada E mengaku bahwa dia bukan pelaku penembakan Brigadir J tapi Irjen Ferdy Sambo lah yang menjadi eksekutor. Setelah mengaku, Barada E langsung minta perlindungan Kapolri dan meminta dipertemukan dengan kedua orang tuanya.
Atas pengakuan tersebut, Bharada E langsung dibawa Irwasum, Wakapolri, Kabaintelkam dan Kabareskrim atau empat orang Jenderal Polisi menghadap Kapolri.
Di hadapan Kapolri, Barada E akhirnya menceritakan kejadian yg sesungguhnya. Drama itupun itu akhirnya terungkap secara terang benderang. Dibeberkan, insiden maut itu terjadi Jum’at (08/07/2022) sore sekitar pukul 14.30-15.00 WIB, di rumah dinas mantan Kadivpropam Irjen Pol Ferdy Sambo.
Disebutkan, kasus itu bermuasal dari aroma perselingkuhan Irjen Sambo dengan sosok Polwan berpangkat AKP, yakni RY.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi tentang detail pembeberan Bharada E saat pemeriksaan di Mapolri itu. Namun disebut sebut, kasus itu diawali Putri Chandrawathi merasa curiga karena Sambo jarang pulang, dan meminta Brigadir J untuk menelusuri isu wanita ke tiga tersebut, yang ternyata terbukti di lapangan.
Juga disebut sebut, pasca terungkapnya isu WIL itu, terjadi cekcok antara Sambo dengan istrinya Putri. Bahkan Sambo sempat main tangan terhadap Putri yang istrinya itu. Namun akhirnya dilerai oleh Brigadir J.
Disebut sebut, Sambo takut isu perselingkuhan itu meruyak ke mana mana, termasuk menyangkut kebokrokan lainnya, akhirnya Sambo memerintahkan Bharada E dan beberapa pasukan kawalnya untuk mengikat Brigadir J di kursi. Puncak horor itu adalah ketika Brigadir J disiksa dan diakhiri dengan eksekusi ala mafia, dengan tembakan beruntun ke kepala Bigadir J hingga polisi muda itu meregang nyawa secara tragis.
Juga dibongkar jika Sambo yang panik menghubungi pihak forensik ke rumah utk membersihkan TKP, tnamun tim itu disuruh menyamar jadi petugas PCR, dan setelah itu Sambo menarik cctv rumahnya.





















