Pariwara
LHOKSEUMAWE | ACEHHERALD.com-
Pemerintah Kota Lhokseumawe terus berbenah, terutama dalam mempersiapkan generasi Aceh ke depan yang lebih baik. Hal itu dilakukan dengan menyiapkan kota Lhokseumawe sebagai Kota Layak Anak (KLA).
Untuk menjadi Kota Layak Anak, Pemko Lhokseumawe melakukan sosialisasi dengan melibatkan perangkap desa, dan berbagai institusi yang dinilai bisa menjadi corong untuk mempromosikan program-program dan tata cara dalam menjadikan Lhokseumawe sebagai Kota Layak Anak.
Sebanyak 30 pesesrta dari utusan gampong, sekolah, masjid, puskesmas, dayah dan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam kota Lhokseumawe mengikuti sosialisasi Kota Layak Anak Tahun 2022 yang digelar di Aula Kantor Walikota Lhokseumawe, Selasa (22/6/2022).
Sekretaris Kota Lhokseumawe, T Adnan dan Kepala Bidang (Kabid) PHA DP3A Aceh Amrina Habibi SH MH ikut menjadi pemateri pada kegiatan sosialisasi tersebut.
Sekda T Adnan menjelaskan, anak merupakan anugerah Allah SWT, generasi penerus masa depan bangsa, penentu kualitas SDM yang akan menjadi pilar utama pembangunan. Untuk itu perlu ditingkatkan kualitas dan mendapat perlindungan secara sungguh-sungguh.
SDM yang berkualitas, ujar T Adnan tidak bisa lahir secara alamiah. Apabila anak dibiarkan tumbuh dan berkembang tanpa perlindungan maka mereka akan menjadi beban pembangunan kerena akan menjadi generasi lemah, tidak produktif dan kreatif. Sedangkan jumlah mereka lebih dari sepertiga penduduk kita, sehingga timbul keprihatinan kita setiap membaca dan mendengar kasus-kasus kekerasan yang menimpa mereka terutama anak-anak Kota Lhokseumawe yang terus meningkat.
Adnan menambahkan, dalam memenuhi hak anak Pemko Lhokseumawe akan bekerja keras. Salah satu upaya yang dilakukan berupa mempercepat terwujudnya kota Lhokseumawe menjadi kota layak anak.
Cara yang ditempuh berupa melaksanakan sosialisasi KLA pada setiap tahun anggaran berjalan sehingga semua lini yang terlibat dalam KLA menambah pengetahuan dan wawasan akan pentingnya pemenuhan dan perlndungan anak.
Sekda Kota Lhokseumawe meminta tim gugus tugas KLA supaya berperan aktif dalam pertemuan rutin, karena dengan aktifnya tim gugus tugas akan diketahui dan bisa mengevaluasi sampai sejauh mana OPD, instansi terkait serta LSM dapat merencanakan dan melakukan upaya-upaya terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
“Kami selaku pemerintah Kota Lhokseumawe mengucapkan terimakasih kepada instansi, LSM dan dunia usaha atas sinergitas dan komitmen yang kuat sehingga pada tahun 2021 yang lalu kita dapat memperoleh predikat pratama KLA untuk Kota Lhokseumawe,” katanya.
Sementara itu Ketua Panitia Mariana Affan MM menjelaskan tentang tujuan sosialisasi KLA adalah, menambah pengetahuan dan wawasan tentang pemenuhan hak dan perlindungan anak, meningkatkan pemahaman dan wawasan peserta tentang KLA, dan meningkatkan komitmen dan sinergitas dalam.rangka memperoleh penghargaa kota layak anak tingkat madya.(adv)
Penulis : Yuswardi





















